ibrah 1
Kemarin, aku mendapat tugas menjadi "baby sitter" keponakanku yg usia 3 tahun di Bekasi. Pasalnya, tetangga yang biasa ngasuh dan menjadi tempat penitipan anak semalama kakakku (suami-istri) ini kerja, sedang sibuk membantu perhelatan tetangga di dekat rumah persis yang tertimpa musibah. Anak kebanggaannya, meninggal dengan cara mengenaskan, tertimpa sengatan kabel listrik di kereta api Jabotabek yang dikemudikannya saat bertugas, karena adanya pohon tumbang jatuh tepat di atas kereta. Innalillaahi wa inna ilaihi roji'un.
Aku masih ingat, Leon (nama syuhada yang meninggal ini)begitu bahagia merayakan ulang tahun anaknya beberapa waktu lalu di awal Ramadhan. Buah pernikahan yang disemai selama satu tahun ini, tak disangka berakhir tragis. Padahal banyak rencana, yang belum terlaksana. Seperti dituturkan alm Leo pada ibunya usai melakukan sungkem di malam takbiran, ia ingin terus menjaga ibu dan kelima adiknya agar memiliki masa depan yang lebih baik. Belum lagi, harapan besar memberi tempat perlindungan yang layak bagi anak dan istrinya yang saat ini masih satu atap dengan rumah mertua. Uniknya, dua bulan sebelum kematian Leon, ibu mertuanya meninggal pada hari yang sama, selasa.
Musibah berturut-berturut ini tentu saja melahirkan kekhwatiran masyarakat sekitar, takut ada kematian berulang. Menurut warga sekitar, kalau ada kematian di hari selasa selalu bawa orang lagi. Tak ayal, setelah jenazah dimakamkan, masyarakat sekitar langsung mengguyur jalanan tempat lewat jenazah.
Lucu juga. Tapi bukan itu yang ingin aku garisbawahi. Kuasa Allah benar-benar tidak memandang sebelah mata. Usia muda tidak menjadi batasan masih lamanya batasan hidup seseorang. Di usia 28 tahun, Leon sudah menghadap sang pencipta. Banyak pujian yang menceritakan amal baik Leon selama hidupnya. Namun tangis sang istri yang ditinggalkan sepertinya masih tak rela melepas kepergian suami yang dicintainya itu.
Karena jasa almarhum menyelamatkan penumpang kereta dari badai hujan yang menumbangkan pohon di Manggarai, Leon mendapat anugrah bintang anumerta dan kenaikan pangkat berikut gaji pokok tentunya. Tetapi, adakah itu mampu menghapus tangis bocah usia 1 tahun yang tidak pernah tahu dimana bapaknya bersembunyi?
Jujur saja, kadang ketika berpapasan di jalan dan bertemu pasangan muda ini, aku pernah iri. Tak segan, mereka menampakkan kemesraan di muka umum. Tak disangka kebahagiaan mereka hanya berumur jagung. Selamat jalan saudaraku...selamat jalan syhuda...
1 Comments:
Do you have any baby sitter articles that you would like to share with others. You should consider writing an article and submitting it to the site i just listed. Its a great way to get more traffic to your site.
By
baby sitters, at 11:46 PM
Post a Comment
<< Home