Ia adalah Rasulullah
Anas bin Malk berkata, "Suatu malam aku masuk ke masjid. Kulihat semacam batang pohon korma berada di tengah masjid. Aku heran sebab ia belum pernah ada di tempat tersebut. Aku pun mendekat. Yang kusangka sebatang pohon itu ternyata adalah Rasulullah yang sedang shalat. Aku sangat gembira. Aku senang bisa shalat bersama Nabi SAW.
Aku berdiri di samping Nabi SAW dan beliau pun memulai shalat dengan membaca surat Al Baqarah. Ketika itu aku mengira, "Beliau mungkin berhent pada ayat ke seratus," pikirku lagi. Ternyata beliau membaca surat itu sampai selesai. "Barangkali beliau menyelesaikannya dan kemudian rukuk." Ternyata beliau meneruskan dengan surat Al Imran. Aku berpikir, "Mungkin beliau sampai pada ayat ke seratus." Tetapi, ternyata beliau menyelesaikan surat Al Imran. Akupun berpikir, "Mungkin beliau menghabiskannya kemudian rukuk." Tapi ternyata beliau meneruskan dengan surat An Nisa. Aku menyangka, "Mungkin beliau sujud pada ayat keseratus. Tapi ternyata beliau menyelesaikan surat An Nisa."
Ya Allah, sekitar enam juz. Demi Allah, manusia tidak akan mampu melakukannya. Namun, beliau adalah Rasulullah yang mencintai Allah. Kala berada di hadapan-Nya, beliau menikmati perjuangan tersebut. Di sana, di rawa-rawa, engkau bisa menjumpai orang yang berdiri selama enam jam menunggu di kolam dan bersabar untuk mendapat tangkapan ikan. Ia mampu melakukan hal itu karena ia menikmatinya.
Setelah Rasulullah menyelesaikan surat An Nisa, Anas melanjutkan ceritanya, "Sampai-sampai aku berniat buruk." Anas ditanya, "Apa itu?" "Aku berniat duduk dan membiarkan Nabi SAW berdiri sendirian," jawab Anas.
Bacaan Nabi, tutur Anas, tidak seperti bacaan orang lain. "Nabi SAW membaca dengan agak pelan. Jika melewati suatu ayat yang mengingatkan kepada surga kudengar beliau berdoa, "Allaahumma innii as'alukal jannah" (Ya Allah, aku memohon surga kepada-Mu).
Dan jika melewati ayat yang berisi ancaman terhadap neraka, kudengar beliau berdoa, "Allaahumma innii a'udzubika minan naar" (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari api neraka).
Kemudian Nabi SAW rukuk. Lama beliau rukuk hampir sama dengan lamanya beliau berdiri. Beliau mengucapkan, "Subhana Rabbi al-Azhim". Beliau membacanya dalam jumlah banyak, kemudian berdiri. Lama berdirinya hampir sama dengan lamanya beliau rukuk. Kudengar beliau mengucapkan ;
"Rabbii lakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubarokan fiihi mil'ussamawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa bainahumaa wa mil'u maa syi'tamin syai'in ba'du " (Tuhan segala puji bagi-Mu, pujianyang banyak, baik dan penuh berkah sepenuh langit dan bumi, sepenuh antara keduanya dan sepenuh apa yang dikehendaki sesudah itu).
Sesudah itu beliau sujud. Lama sujud beliau hampir sama dengan lamanya berdiri. Beliau banyak berdoa kepada Allah dalam sujudnya.
Dinukil dari buku :
MEMINTA DAN MENCINTA (Cara menikmati Shalat, do'a, zikir, haji dan baca Qur'an)
Karangan : Amru Muhammad Khalid
1 Comments:
Serve Chef Style delicious Indian Cuisine to your family and friends.
Everyone will be shocked at your success in this culinary art of cooking.
Learn the secrets of Professional cooking from these 5 Star Chefs.
curry
For all Indian food lovers.
By
Anonymous, at 8:31 PM
Post a Comment
<< Home