<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282</id><updated>2011-11-09T19:34:04.094-08:00</updated><title type='text'>serunai impian</title><subtitle type='html'>Mimpi menjadi wanita shalihah, anak berbakti,ibu yang melahirkan jundi-jundi Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111950480934721493</id><published>2005-06-22T22:22:00.000-07:00</published><updated>2005-06-22T22:33:29.356-07:00</updated><title type='text'>Jodoh dan Kedewasaan Kita</title><content type='html'>Jodoh dan kedewasaan kita adalah problema serius, terutama bagi paraMuslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian masalah', namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi"calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan,"Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, adajuga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya,jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifats uperior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.Pengalaman riil di lapangan kerapkali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu,  menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah,bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintangIndia, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh likudan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap  menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untukmeraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allahmembebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik  fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-buktikasih sayang Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namunbertanyalah, sudah dewasakah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bisshawaab.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111950480934721493?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111950480934721493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111950480934721493' title='50 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111950480934721493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111950480934721493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/06/jodoh-dan-kedewasaan-kita.html' title='Jodoh dan Kedewasaan Kita'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>50</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111830234771136205</id><published>2005-06-08T22:58:00.000-07:00</published><updated>2005-06-09T00:32:28.680-07:00</updated><title type='text'>rumpian</title><content type='html'>"Berita nih...tadi An telpon gw, bilang dah dilamar...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sms semalam dari temen ngocol sesama jomblo. Sebenarnya aku anti dengan istilah ini (jomblo.red). Kesannya seperti kaum terpinggirkan gitu..he..he..he.. Ibarat jualan, barang yang gak laku jual di tahun-tahun berikut bisa dijual dengan diskon gede-gedean. Belum lagi, jleg! didepan komputer siang tadi, baca milis, "ngejomblo itu nikmat" ditulis oleh ikhwan usia 23 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He..he..he...belum tahu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, bukan mau bahas itu. Kembali ke topik sms tadi, di satu sisi aku berucap "alhamdulillah", karena teman satu gank  ada yang jebol satu. Bayangin aja. Dari 7 akhwat dalam satu gank yang dibina sejak tahun 2001 lalu, belum ada satu pun janur kuning melengkung di depan ruman yang menandai syahnya ijab qabul dilakukan. Acara lamar-melamar sudah barang klise yang setiap saat bisa didengar. Karena banyak kejadian yang dialami mereka semua membuat aku terpaku, "kok bisa...?" Itulah sisi lain yang membuatku was-was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akui banyak suka duka yang telah kami lewati untuk menjemput lima huruf yang seperti barang mati, sulit dimiliki, JODOH. He..he..he..kan etapi mudah-mudahan....kali ini apa yang dicita-citakan An berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Di ujung telepon, teman yang ngirim sms semalam bilang, "Me..bener gak ya omongan si An itu, kadang gw bingung ama ucapannya...bla..bala..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah, siang itu aku dan dia ngerumpi soal keanehan sobat yang baru dilamar itu di pesawat telepon (Gibah ya...duhh!).Ujung-ujungnya...ya... kita lihat saja nanti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barokallaah ya Ukhti.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111830234771136205?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111830234771136205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111830234771136205' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111830234771136205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111830234771136205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/06/rumpian.html' title='rumpian'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111812227233380474</id><published>2005-06-05T22:29:00.000-07:00</published><updated>2005-06-06T22:31:12.336-07:00</updated><title type='text'>Tambah satu ponakan...:)</title><content type='html'>Alhamdulillah…keponakanku bertambah satu hari ini. Sepintas lihat di infotainment, istrinya Ariel Peterpan juga melahirkan anak perempuan di Bandung. Jadi, kloplah! Ko, bisa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, sudah tiga hari tiga malam kakakku berada di Rumah Sakit Sariningsih, Bandung. Tanggal kelahiran bayi ini sebenarnya berada di luar dugaan. Sebelumnya, diperkirakan akhir Juni ini bayinya akan lahir. Tapi ternyata sewaktu melakukan kontrol kesehatan yang dilakukan tiap Kamis, kondisi kehamilan bayi dalam kandungannya sudah bukaan dua. Otomatis, kakakku itu panik. Suaminya pun dengan sigap mempersiapkan “hijrah” dengan mengungsikan dua anaknya dari rumah di Tanjungsari, Sumedang ke Cicadas, Bandung, rumah eyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bukaan dua yang dipikir bakal lahir malam itu, hingga berlanjut pagi belum terjadi kotraksi apa-apa. Waktu aku terima kabar ini pun, sempat terpikir mungkin jum’at bakal lahir. Ternyata sampai Jum’at malam, sudah bukaan empat pun bayi belum lahir. Minggu, sewaktu kami jenguk, kondisi kakak sudah pucat pasi, wajah terlihat cekung dan tubuh agak kurus. Kata kakak ipar, tubuh agak kurus sengaja diet agar memudahkan persoses persalinan. Wadduh….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, kakak sudah memasuki bukaan enam. Wadduh….(lagi)! Hamil dan melahirkan mengapa ribet begini. Bahkan, teman sebelah tempat tidur kakak pun sudah memasuki bukaan tujuh, belum juga brojol. Asyiknya, mereka sepertinya begitu sabar menanti detik-detik kelahiran bayinya yang entah keberapa. Ada yang sibuk berdzikir menahan rasa sakit, mengaji Al Qur’an pun ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, begitu indahnya Allah menciptakan keagungan perempuan, hingga saat derita sakit yang amat sangat pun mereka masih mengingat asma Allah. Pantas saja, seorang ibu memiliki kharisma yang tinggi dalam al Qur’an maupun hadits. Karena perjuangan seorang ibu saat melahirkan seperti memuntahkan isi dari perut bumi yang terendap selama sembilan bulan. Setelah semua di “muntahkan”, para ibu harus kembali berjuang menyelamatkan “bumi” yang rusak.&lt;br /&gt; Pada dasarnya setiap anak yang lahir adalah suci, tinggal bagaimana orangtua mendidik mereka seperti apa dan lingkungan tempat dia dibesarkan seperti apa. Mudah-mudahan ponakanku yang akhirnya lahir pada minggu malam ini pun tetap terjaga kesuciannya dan menjadi anak shalihah. Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111812227233380474?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111812227233380474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111812227233380474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111812227233380474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111812227233380474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/06/tambah-satu-ponakan.html' title='Tambah satu ponakan...:)'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111812209537165449</id><published>2005-06-04T22:24:00.000-07:00</published><updated>2005-06-06T22:28:15.380-07:00</updated><title type='text'>mengapa masih ada...?</title><content type='html'>Ada seorang teman yang bercerita tentang kekhawatiran masa depan adiknya. Sebagai seorang laki-laki, adiknya itu sebenarnya memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan ladang mata pencaharian. Sebut saja si A adik teman saya itu merasa tak ada perhatian dari orang sekitarnya, terutama ibu. Pada saat stagnan dimana si A berada pada titik jenuh karena tidak ada yang bisa dikerjakan di usianya yang merangkak 28 tahun inilah, si A menggantungkan harapannya pada seorang ibu yang sudah tua renta. Si A berpikir, statusnya yang pengangguran saat ini karena kurangnya fasilitas (materi) yang diberikan si ibu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu yang berpenyakitan, seorang diri membesarkan tujuh anaknya dengan berbekal uang pensiun suaminya yang sudah terpotong tiap bulannya demi menuntaskan pendidikan anak-anaknya hingga mendapatkan pendidikan terbaik. Serasa janggal memahami konsentarasi kepedulian seorang anak pada ibunya. Bukankah usia 28 adalah usia matang dimana seorang anak ‘dewasa’ seharusnya ganti menjaga ibunya dengan baik dan penuh kasih, bukan masih meminta dan berharap belas kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus A mungkin tak beda dengan pemuda-pemuda di ibukota yang kebingungan dengan masa depan. Pengalaman kerja tak ada, sementara usia kian bertambah. Beruntunglah, mereka yang bisa menahan diri dari minuman keras, main perempuan dan lebih mendekatkan kesabaran dengan mengharap ridla dari Allah SWT. Karena peluang kerja saat ini tidak bisa hanya dengan diam menunggu, tapi harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara memang mudah, mencipta lapangan kerja cenderung punya banyak resiko. Butuh modal sendiri, siap merugi, harus tahu target pasar,  cara memasarkan dan lain-lain. Tak pelak, menunggu “godot” pak Pos membawa kabar berita lebih banyak diminati kaum penganggur pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, mereka yang sedang mencari pengalaman kerja saat ini mendapat kemudahan dan sukses meniti karir. Sehingga tidak ada yang perlu disalahkan bila gagal meraih asa hari ini. Amiin…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111812209537165449?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111812209537165449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111812209537165449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111812209537165449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111812209537165449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/06/mengapa-masih-ada.html' title='mengapa masih ada...?'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111768393382926425</id><published>2005-06-01T20:40:00.000-07:00</published><updated>2005-06-01T20:45:33.833-07:00</updated><title type='text'>Are You Really Happy?</title><content type='html'>Anda wanita berusia di atas 32 tahun. Masih melajang. Tak punya pacar, apalagi calon suami. Percaya diri dengan kesendirian Anda dan tak gentar menanti hari ulang tahun yang mendadak jadi lebih cepat datangnya. Lupa bahwa wanita-wanita di sekitar Anda sudah menimang anak di usia yang sama. Tak frustrasi memikirkan pernikahan. Tak iri melihat melihat cewek di sebelah Anda bolak balik berkirim SMS dengan wajah menahan rindu. Tetap tegar, ketika di depan Anda sepasang kekasih asyik berangkulan mesra. Anda bahkan bisa bangun pagi-pagi dan merias diri dengan penuh semangat, tanpa harus berpikir, “Untuk siapa aku berdandan hari ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mengangguk untuk sederet data di atas, maka aku harus mengacungkan dua jempol untuk Anda. Tapi sebelum aku benar-benar merasa salut, bolehkan sekali lagi aku bertanya ulang atau kasarnya menyelidik, “&lt;em&gt;Are you realy happy?”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Menurutku, bohong bila Anda katakan bahagia. Sedikitnya, dalam serangkaian hari “cerah ceria” Anda pasti anda pernah merasakan sesuatu yang sama denganku. Kesepian…depresi…sedikit malu….was-was hebat ..dan senewen setiap kali orang bertanya, “Hayo menikah. Nunggu apa lagi, umur cukup, duit ada…” yang diucapkan dengan langgam yang sama seperti mengatakan, “Nunggu apa lagi, berangkat gih. Hujan udah berenti tuh..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain memang sok tahu. Dan sok benar. Menunggu jodoh dipikirnya sama dengan menunggu hujan reda. Padahal mereka sedikit pun tak tahu rasanya tertimpa bencana terbesar dalam hidup seorang perempuan. Susah mendapat jodoh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda masih mengelak? Ho ho ho….gengsi dibilang susah jodoh, rupanya. Ya ya ya…barangkali Anda memang satu dari segelintir wanita yang memandang pernikahan sebagai lembaga aneh bin ajaib. Ditanya soal jodoh bukannya ketar-ketir, malah nyengir. Atau mungkin Anda memang penikmat hidup yang sungguh netral. Kebahagiaan tak hanya dilihat melulu dari faktor pasangan hidup. Cinta adalah universal, kata Anda dengan paras bijaksana. Well, well, dunia memang tak salah jika berisi lebih sedikit laki-laki, bila kaum wanitanya berpikiran seperti Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau…mungkin Anda satu dari sederet wanita feminis yang dengan galak memaksa Pak RT untuk mencantumkan di KTP, status tidak menikah, ketimbang belum menikah. Apa boleh buat, mana boleh kita memaksa orang menikah kalau mereka tak suka. Iya kan? Kata tidak dan belum memang menjadi masalah jika mereka benar-benar tidak menginginkannya. Ini bisa jadi masukan baru untuk kantor kelurahan untuk segera mempertimbangkan isian baru di KTP: Tidak Menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, jika Anda benar-benar tak memikirkan pernikahan, ya barangkali saja, ma’af lho jangan marah, Anda lesbian. Jangan dulu emosi, maksudku, salah satu dari dugaan di atas mungkin ada yang klop dengan anda. Atau kalaupun tidak sama persis, ya kombinasi dengan dugaan lainnya. Apapun, hasil akhirnya adalah Anda tak bermasalah meski tak kunjung berjodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rruarr  biasa! Aku bertepuk tangan untuk Anda. Kencang. Karena Anda hebat. Dan pada tepukan ke sekian, mungkin mataku bukan lagi menyiratkan sinar kekaguman. Tapi sinar yang dengan cepat mencair menjadi air. Aku menangis. Ia betul. Menangis sungguhan. Memikirkan bagaimana mungkin banyak wanita lain bisa begitu tegar berstatus lajang menjelang usia 35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah nyata. Ada seorang gadis di usia 35 yang sedehana dalam semua hal. Wajahnya sederhana dalam artian tidak cantik, meski tidak juga terlalu jelek. Kekayaannya sederhana, maksudnya jelas tidak bisa dibilang kaya. Otaknya juga biasa-biasa saja. Keturunan, sama sekali tidak ada darah birunya, ditarik dari garis manapun. Dia memiliki postur tubuh tinggi ideal dengan warna kulit agak hitam (tapi manis juga, lho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihannya –Maha Kasih Allah, diantara begitu banyak kekurangan, ia juga tetap memiliki kelebihan-kelebihan yang bisa dibanggakan. Ia memiliki hati yang tulus, senang membantu orang atau teman yang membutuhkan pertolongannya. Sehingga ia memiliki banyak sekali teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istimewanya, di usianya yang sudah cukup ‘tua’ itu, ia sebut saja si A, belum pernah sama sekali merasa dicintai oleh lawan jenisnya. Kalau perkara jatuh cinta, wah..sudah berkali-kali. Tapi selalu dan selalu, ia cuma bertepuk sebelah tangan. Jika pun ia sempat dekat dengan beberapa pria, belakangan selalu gagal. Ada yang hanya memanfaatkan posisinya untuk mengambil keuntungan. Ada yang cuma untuk sharing. Ada yang entah mengapa malah meninggalkannya setelah ia betul-betul jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal setiap ia jatuh cinta, ia betul-betul setia dan amat penuh perhatian pada si pria tersebut. Padahal lagi, konon kabarnya seorang pria itu cenderung tertarik pada daya tarik fisik seorang perempuan, tapi ia juga akan betul-betul takluk pada perempuan yang amat setia dan penuh perhatian padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut diakui, peran aktif perempuan umumnya memang hanya sebatas memilih calon-calon yang datang padanya. Bila belum atau tidak ada yang datang memilihnya, maka haknya itu menjadi tak terpakai. Lain halnya dengan pria, di mana pun, kapan pun dan bagaimana pun bentuk fisiknya, ia dapat saja memilih-milih seseorang atau bahkan beberapa orang perempuan, sebelum ia akhirnya sampai pada keputusan final untuk menikahi sang perempuan. Anda tetap tidak percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah hadits, Rasulullah menyebutkan empat kriteria yang membuat pria cenderung menikahi perempuan, yaitu kecantikan, keturunan, harta dan keshalihan. Lalu, apa sih yang pertama kali nampak ketika kita bertemu atau berkenalan dengan seseorang? Penampakan fisik seperti kecantikan atau ketampanan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan tidak akan segera diketahui. Demikian juga harta pada orang-orang tertentu. Bisa jadi ia kaya, tapi tak kelihatan. Atau juga sebaliknya. Kadar keimanan apalagi, ini paling sulit dideteksi. Contoh, bila ada dua gadis sama-sama berjilbab atau dua perempuan sama-sama rajin shalat, bagaimana kita menentukan yang mana lebih shalihah diantara keduanya? Sulit bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka boleh dikatakan wajar jika banyak pria menempatkan kriteria cantik, ayu, manis, jelita, enak dipandang ini –sadar atau tidak – pada prioritas pertama. Sementara itu, kriteria shalihah yang menurut hadits tersebut harusnya dikedepankan, cuma bisa diletakkan di urutan ke sekian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul kriteria darurat, urgently saved, harus segera diselamatkan. Para perempuan yang masuk kriteria itu adalah kriteria yang fisiknya menonjol alias cantik dan sejenisnya. Darurat, harus segera diselamatkan. Karena kalau tidak, bisa membahayakan. Bisa membuat para pria kebat-kebit tak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egois betul kalau memang begitu keadaannya. Ini kenyataan. Para pria berlomba-lomba memetik bunga jelita itu untuk keamanan. Sunatullah berlaku, bahwa kita akan sampai pada zaman di mana jumlah perempuan akan sangat lebih banyak dari pria. Selektivitas menempatkan para perempuan yang kebetulan ditakdirkan bukan memiliki kelebihan penampilan fisik, pada posisi tak terpilih. Anehnya, beberapa pria yang notabene pengalaman keimanannya sudah cukup baik pun seperti terjerat dalam fenomena ini. dan tinggallah perempuan-perempuan itu dalam kesendirian. Ia berjuang buat hidup dan matinya sendirian. Ia menjadi sekeras baja dan penuh kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, setiap perempuan adalah manusia. Ia tetap bisa jatuh cinta dan tetap butuh untuk dicintai. Sementara, setiap ia mulai mencintai, ia akan dihadapkan pada kenyataan bahwa ia cuma bisa menggunakan hak mencintai dan bukan hak dicintai. Seperti sebuah hukum rimba yang berlaku dalam sistem sosial manusia, tanpa disadari bahwa untuk bisa mendapat sebuah haknya, ia terlebih dahulu harus memiliki syarat-syarat kekuatan tertentu yang menyebabkan ia dapat memperoleh haknya itu. Salah satunya yang terlihat fenomenal adalah ia harus ‘berpenampilan menarik’ untuk dapat dicintai. Sekarang, maukah anda mengakui ada hal-hal seperti itu terbersit dalam benak anda? &lt;em&gt;Are you really happy?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well, well&lt;/em&gt;, baiknya segera kita coba berpikir lebih bersih lagi. Bahwa apa yang dipilihkan Allah SWT untuk kita adalah yang terbaik. Mengapa kita tidak bisa lebih  bersyukur lagi akan apa-apa yang datang dari-Nya? Biarlah takdir Allah saja yang mengantarkan kita pada pantai cinta, setalah kita cukup berusaha dengan niat, cara dan tujuan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Buat para perempuan yang yang belum juga terpilih, semoga Anda selalu yakin bahwa Allah amat mencintai Anda dan pada-Nya paling berhak kita labuhkan cinta.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111768393382926425?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111768393382926425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111768393382926425' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111768393382926425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111768393382926425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/06/are-you-really-happy.html' title='Are You Really Happy?'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111760636666422560</id><published>2005-05-31T22:19:00.000-07:00</published><updated>2005-05-31T23:12:46.670-07:00</updated><title type='text'>Tetangga Di Surga</title><content type='html'>Abu Yazid Al Busthami adalah seorang yang dikenal rajin bermunajat kepada Allah, karena keinginannya masuk surga. Hatinya senang, pikirannya seolah-olah melayang sampai ke arasy Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah tempat Rasulullah, semoga aku kelak menjadi tetangganya di surga," bisik hati kecilnya. Ketika ia tersadar dari khayalannya, tiba-tiba terdengar suara menyeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu di surga. Ia tinggal di negeri ini," kata suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdorong hatinya untuk mencari sahabatnya yang kelak menjadi tetangganya di surga, Abu Yazid pergi mencari orang yang disebutkan itu. Ia berjalan kaki sejauh 100 farsah hingga sampai ke sebuah negeri tempat orang yang disebutkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia akan menjumpai orang itu, seorang lelaki menasehatinya. "Mengapa engkau mencari yang fasiq dan peminum arak itu. Padahal dari tanda-tanda di dahimu kau adalah seorang yang shaleh," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nasehat itu, hati Yazid jadi termangu. "Jika demikian suara yang menyuruhku saat aku bermunajat itu adalah suara syaitan. Mengapa aku harus menurutinya," bisiknya di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika dia akan melangkahkan kaki untuk kembali, hatinya kembali termangu. "Aku datang jauh-jauh kemari untuk menemui orang itu, aku tak akan pulang sebelum bertemu dengannya," bisiknya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana tempat orang itu?" tanya Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia sekarang sedang mabuk-mabukkan di tempat ini," ujar lelaki itu seraya menunjuk sebuah tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka melangkahlah kaki Yazid menemui orang yang disebutkan itu. Benar juga, di tempat itu ia melihat 40 orang laki-laki sedang mabuk-mabukkan minum khamr, sementara orang yang dicarinya itu tampak duduk diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melihat kenyataan yang kontras dari apa yang disangkanya sebelumnya, Abu Yazid Al Busthomi cepat membalikkan kaki hendak meninggalkan mereka. Ia merasa kesal dan putus asa. Tetapi seseorang memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Abu Yazid, mengapa engkau tidak jadi masuk rumah ini. Bukankah engkau jauh-jauh datang kemari hanya karena ingin bertemu denganku? Katanya engkau mencari seorang tetanggamu di surga kelak?" ujar lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan orang itu, hati Abu Yazid jadi masygul. Ia tak habis pikir bagaimana orang itu bisa mengetahui maksud kedatangannya, padahal ia belum menyampaikan isi hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau begitu cepat meninggalkan rumah ini tanpa mengucapkan salam, tanpa perjumpaan dan nasehat," kata orang itu lagi yang membuat hati Abu Yazid jadi semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan hati yang galau, Abu Yazid mulutnya seakan terkunci, tetapi ada pergulatan di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah Abu Yazid, kau tak perlu banyak berfikir dan merasa heran. Yang menyuruhmu datang kemari telah memberitahukan kedatanganmu kepadaku. Ayo, masuklah ke rumahku, duduklah barang sesaat," ajak orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit ragu Abu Yazid menurutinya masuk ke rumah dan duduk diantara mereka yang sedang mabuk-mabukkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Abu Yazid, masuk surga jangan cuma ingin enaknya sendiri. Itu bukan sifat utama dan mulia dari seorang lelaki sepertimu. Dulu ada 80 orang fasiq yang suka mabuk-mabukkan seperti apa yang engkau lihat saat ini. Kemudian aku berusaha membiarkan mereka agar bisa menjadi teman dan tetanggaku kelak di surga. Yang 40 sudah berhasil berhenti dari kefasikan dan kini tinggal 40 orang . Inilah tugasmu membinanya untuk bertaubat agar bisa menjadi tetanggamu kelak di surga, " tegas orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada 40 orang yang tengah mabuk-mabukkan itu, lelaki itu kemudian memperkenalkan bahwa orang datang itu adalah Abu Yazd Al Busthomi. Dia adalah sahabat mereka yang akan mengajak mereka bersama-sama menjadi penghuni surga. Dengan dakwah dan pembinaan khusus akhirnya 40 orang itu sadar dan bertaubat. Mereka itulah tetangga Abu Yazid di surga kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Contekan Buku : "Dongeng Anak Muslim" karangan MB Rahimsyah (baru beli di kopaja P20, 3000 perak, boljug deh!)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111760636666422560?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111760636666422560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111760636666422560' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111760636666422560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111760636666422560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/tetangga-di-surga.html' title='Tetangga Di Surga'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111760024156974437</id><published>2005-05-31T21:22:00.000-07:00</published><updated>2005-06-01T20:38:44.540-07:00</updated><title type='text'>Aku Sang Pendosa</title><content type='html'>Belakangan ini aku dihinggapi rasa bersalah pada semua orang. Egoku tak terbendung, hingga bertemu pada satu titik, “Betapa jahatnya aku ini”. Kedekatan dengan orang-orang tercinta seperti permainan yang harus dihitung dengan ukuran matematika. Lidah tajam bak belati, mematikan sendi urat nadi manusia. Inilah aku, sang pendosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subang, 22 Mei 2005&lt;br /&gt;Sebentar lagi usiaku genap 33 tahun, sendiri dan hanya bersahabat dengan sepi. Klise banget! Tetap melajang di usia kepala tiga lebih ini bukanlah sesuatu yang buruk. Mungkin saja Tuhan ingin menempatkanku di tempat paling indah di syurga, agar semasa hidupku bisa selalu berbakti pada keluarga, terutama ibu. Bukankah setelah memiliki keluarga sendiri, langkah kita khususnya perempuan, sangat terbatas untuk meringankan beban orang tua. Banyak kejadian melingkari kehidupan perempuan yang sudah berkeluarga, tak berani mengambil keputusan, antara lain harus sembunyi-sembunyi menyisihkan uang belanja untuk mengirim uang pada ibu atau biaya sekolah adiknya di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sering mengatakan, “Jangan ceritakan dulu sakit ibu ini pada kakak-kakakmu yang sudah berkeluarga.” Heks….! Begitu pekanya rasa seorang ibu yang tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Kadang tercetus dalam pikirku, betapa istimewanya mereka yang sudah menikah. Mereka hidup di dunia lain dan tak terjamah. Mereka sepertinya mengerti persoalan orangtua, tapi mengapa saat melakukan kunjungan sebulan, dua bulan atau bahkan setahun sekali, mereka hanya bisa berharap, “Ibu, dapatkan ibu mengerti kesulitan kami setelah berkeluarga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astagfirullahal’adzim, itulah matematika berpikirku. “Ya, Allah…jadikan hamba muslimah yang ikhlas.” Jangankan menjadi muslimah yang shalehah, menjalani tahapan ikhlas rasanya aku tak layak. Lalu, bagaimana mungkin menempati taman terindah yang dijanjikan-Nya bagi mereka yang beriman dan bertakwa pada Allah SWT. (kadang aku membayangkan menjadi bidadari syurga di sana…..:P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku berada dekat dengan ibu. Aku perhatikan ibu yang sedang asyik berendam di pemandian air hangat Ciater, seperti anak kecil yang menemukan tempat bermain. Ada beberapa orang tua seusia Ibu yang turut berkecipak-kecipak di air, merasakan hangatnya air sungai yan tak berhenti mengalir. Pagi yang indah, masyarakat sekitar yang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa dua jam aku menunggu ibu berendam. Saat itu aku tak berani turun ke air, karena tidak membawa pakaian ganti. Karena memang niatnya hanya ingin membawa ibu ke Ciater, mungkin saja dengan begitu penyakit rematik ibu bisa membaik. Setelah itu, kami pun makan di sebuah resto sederhana yang harganya tidak sederhana. Bayangkan saja, untuk semangkuk sayur asem yang rasanya manissss berbau terasi pekat harganya Rp 4000. Total makanan yang harus dibayar sekitar Rp 30.000 untuk semangkuk sayur sop, sayur asem, sambalan beserta lalapan, tahu dan tempe goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, ibu mengatakan pegal-pegal di badan khususnya pundak agak enak, nafas pun tidak tersengal lagi (sebelumnya ibu pernah menjalani perawatan penyakit paru/TB selama enam bulan). Ibu pun tak kalah serunya bercerita pada teman-teman pengajian dan tetangga, betapa asyiknya berendam di Ciater. Seraya wanti-wanti, “Kalau ke sana lagi, bawa bekal makanan dari rumah, makanan di sana mahal-mahal. Harga ini aja bla…bla…bla…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur, kesehatan ibu sepertinya membaik. Nafsu makannya pun bertambah. Malam yang belakangan ini tidak bisa dilalui dengan tidur nyenyak karena ada “jerit tengah malam” yang memikul perih pada dengkul kaki ibu kali ini bisa dilewati dengan aman. Oleh karena itu, paginya aku ajak ibu jalan-jalan pagi menyusuri trotoar menuju ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara pagi memang menyehatkan. Apalagi kota Subang begitu bersih, jalur kendaraan yang lalu lalang tidak begitu banyak. Keramaian cukup terlihat saat-saat menjelang Hari Raya saja, karena jalur kendaraan bus antar kota yang melewati rumahku menjadi jalur alternatif pantura. Itu pun hanya malam hari. Pengendara angkutan umum, sepeda motor, becak, di pusat kota ini memang sangat tertib lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pasar dengan tetap berjalan kaki, ibu merasa lebih segar. Sempat berpikir pula, lain kali harus lebih banyak olahraga jalan kaki biar sehat dengan mengajak teman-teman dekat rumah. Sore harinya menjelang magrib, aku merasa aneh mengapa ibu tidur-tiduran saja di tempat tidur. Aku raba dahinya, terasa panas…tangannya…. Astagfirullah … apa aku terlalu memaksakan kehendak agar ibu rajin olahraga pagi. Sekujur badan ibu panas dan nyeri di persendiannya pun makin menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu terdiam lemah, sesekali melenguh kesakitan merasakan nyeri yang berpindah-pindah tempat di tulang punggung belakang, pinggul dan kaki. Sementara nyeri di dengkul yang biasanya mengganggu tidur ibu tiap tengah malam, saat itu tidak lagi. “Mungkin ini proses dari pengobatan Ciater,” cetus ibu mencoba menghapus kekhawatiranku. Saat itu hanya ada kakak pertama dan aku yang berada di dekat ibu. Aku tak berdaya melihat ibu. Berkali-kali aku merutuk diri sendiri, kenapa…kenapa…aku membawa ibu ke Ciater, selagi belum sehat diteruskan jalan-jalan pagi…kenapa??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciputat, 28 Mei 2005&lt;br /&gt;Inginnya berlama-lama menemani ibu di Subang. Sayangnya, Kamis (26/5) ada liputan di Puskesmas Kelurahan Bukit Duri, Jaksel. Jadi, Senin (24/5) aku pulang untuk mempersiapkan rencana kerja di minggu-minggu berikutnya. Sebenarnya minggu-minggu ini bukanlah minggu yang sibuk, karena majalah sudah naik cetak dan aku bisa “membolos” kapan pun aku mau. Tau sendirilah cara kerja wartawan majalah yang terbit bulanan, apalagi bukan majalah komersil yang diminati banyak orang. Datang ke kantor cuma setor satu atau dua naskah untuk majalah atau untuk majalah on line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rahma, besok ibu harus ke dokter rumah sakit Ciereng. Harus cek, apa benar ibu terkena asam urat,” cetus ibu di telepon pada Kamis (26/5) sepulangnya dari Puskesmas. Saat itu, ibu mungkin lupa bahwa hari ini ulang tahunku. Tak mengapa, karena aku tahu ibu lebih mengingat hari ulangtahunku pada hari bersejarah kelahiran Nabi Muhammad, khususnya pada malam-malam ke 13 – 14 di bulan Rabi'ul Awal, saat purnama bersinar indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, ibu telepon ke hp dengan nada resah. “Rahma, kata dokter ibu terkena osteo…apa tuh yang bikin tulang ibu keropos. Tiap minggu harus cek ke rumah sakit.” Ibu terkena osteoporosis, penyakit yang banyak dialami perempuan pasca menopause, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Lalu, aku sarankan ibu untuk banyak minum susu jangan sehari sekali, minimal dua kali sehari dan rajin berjemur di pagi hari sebelum jam 9. Sayangnya untuk mengkonsumsi sayur-sayuran yang banyak mengandung vitamin D seperti pada sawi, kerap terjadi komplikasi pada rematik dan asam uratnya. Ditambah di rumah tidak ada pembantu, semua harus ibu yang mengerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, aku pun berunding pada dua kakak perempuan dan adik yang ada di Jakarta. Kakak kedua (sudah berkeluarga) menganjurkan membawa ibu tinggal di Bekasi, dia siap menyediakan rumah kontrakan untuk ditempati aku, ibu, saudaraku yang lain. Kakak ketiga (tinggal seatap denganku dan masih sama melajang), mengusulkan nyari pembantu untuk merawat ibu. sedang si bungsu menyarankan, jual rumah di Subang cari rumah di Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertimbangan. Aku tahu semuanya baik, tapi ibu pasti punya jawaban sendiri. “Udah…nggak apa-apa ibu bisa pergi ke dokter sendiri, masak makanan sendiri atau beli yang sudah matang,” ujar Ibu menampik niat baik anak-anaknya untuk tinggal di rumah kontrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tau jawaban ibu akan seperti itu. Ibu tidak bisa meninggalkan Kakak pertama dalam waktu lebih dari tiga hari. Seandainya kakak pertama diajak pun, tidak bisa sembarang tinggal di suatu tempat. Situasinya harus tenang, tidak ada konflik yang bisa memicu syarafnya. Rumah di Subang sudah berhasil membentuk kejiwaan kakak menjadi pribadi yang lebih baik, sedikit mandiri dan berpikiran jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku putuskan, biarlah pada bulan-bulan ke depan aku akan lebih sering berada di Subang untuk merawat ibu, menemaninya ngobrol. Libur Sabtu-Minggu, bisa kuhabiskan di Subang. Berbagai rencana dan kekhawatiran akan penyakit ibu, membuat emosi tak terkontrol saat berada di rumah melakukan rutinitas pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (28/5) pagi, entah mengapa emosiku begitu labil. Mungkin juga bawaan perempuan yang sedang datang bulan di hari pertama jadi mudah terpancing emosi. Atau mungkin kadar keikhlasan masih di bawah nol persen. Hari itu aku masak cah kangkung jagung, ayam goreng, emping plus sambal. Nah, saat mau meletakkan cowet sambal ke meja, aku kaget ternyata di bawah cowet ada sebungkus gula pasir yang sudah terbuka dan isinya tercecer ke rak sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak jelas datangnya angin ribut dari mana, aku marah-marah pada adik. “bla…bla… kalau numpang harus tau diri dong..bla..bla..” Saat itu, aku tidak mau mendengar pembelaan adik, yang aku tahu pendapatku harus didengar.&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, aku sadar ucapan ini terlalu kasar. Tapi parahnya, aku bukan orang yang mudah meminta ma’af dalam bahasa lisan. Aku tak sengaja mengatakan hal ini, lidah memang lebih tajam daripada pisau. Setelah itu, aku lihat adik terduduk saja di kamar, tak banyak bicara. Hari ini yang seharusnya aku ada janji dengan teman, rencananya ingin aku batalkan. Karena tak ingin terjadi apa-apa dengan adik akibat perkataan yang terlontar tak sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istigfar beberapa kali tetap tak bisa mengucap secara lisan pada adik tentang kebodohanku ini. Akhirnya, aku memutuskan untuk menepati janji bertemu dengan seorang teman dengan pikiran menerawang ke rumah. Pulang kembali ke rumah, tetap aku merasa bersalah dan lidah kaku berujar kata ma’af.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ma’afkan aku sang pendosa. Aku menyayangi kalian semua tanpa pernah berharap imbal jasa.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Robb.....masih layakkah aroma surga untukku?"&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111760024156974437?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111760024156974437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111760024156974437' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111760024156974437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111760024156974437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/aku-sang-pendosa.html' title='Aku Sang Pendosa'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111751678253562450</id><published>2005-05-30T22:04:00.000-07:00</published><updated>2005-06-01T20:50:46.146-07:00</updated><title type='text'>JANGAN JEMU BERDOA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jika kita memohon tibanya cahaya siang pada saat kian memekatnya kegelapan malam, maka penantian kita akan lama, karena ketika itu kepekatan akan meningkat hingga tibanya fajar. Tetapi yakinlah bahwa fajar pasti menyingsing baik kita menghendaki atau tidak, jika kita menghendaki kembalinya malam pada saat itu, maka doa kita tidak akan dikabulkan karena kita meminta sesuatu yang tak layak dan kita akan dibiarkannya meratap, lunglai, jemu dan enggan. Tetapi kita salah bila jemu berdoa.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari Aisyah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Tidak mempan sikap hati-hati terhadap takdir, sedang doa itu akan memberi manfaat, baik terhadap hal-hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan sungguh, bala atau malapetaka itu turun , lalu disambut doa, maka bergulatlah keduanya sampai hari kiamat"(diriwayatkan oleh Bazzar dan Tabrani, juga oleh Hakim yg menyatakan isnadnya sah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari Salman Al farisi bahwa Rasulullah saw bersabda : "Tidak dapat menolak qadha kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur kecuali kebaikan" (riwayat Turmudzi yg menyatakan sbg hadits hasan lagi gharib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu 'Uwanah dan Ibnu Hibban bahwa Rasulullah saw bersabda : "Jika salah seorang di antaramu berdoa , hendaklah ia menunjukkan besarnya keinginan buat memperolehnya, karena tidak satupun yang dianggap besar oleh Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana adab atau berdoa yang baik ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Mencari yang halal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diriwayatkan oleh hafizh bin Mardawaih dari Ibnu Abbas , "Saya membaca ayat ini dihadapan Nabi saw :"Hai manusia, makanlah barang halal lagi baik yang terdapat di muka bumi". Tiba-tiba berdirilah Sa'ad bin Abi Waqqash , lalu katanya "Ya Rasulullah! tolong anda doakan kepada Allah agar saya dijadikan orang yang selalu dikabulkan doanya". Ujar Nabi, "Hai, Sa'ad! Jagalah soal makananmu, tentu engkau akan menjadi orang yang makbul doanya! Demi Allah yang nyawa Muhammad berada dalam genggamanNya!Jika seorang laki-laki memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima doanya selama 40 hari, dan barang siapa juga hamba yang dagingnya tumbuh dari makanan haram atau riba, maka neraka lebih layak untuk melayaninya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Menghadap kiblat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw pergi keluar buat shalat istiqo' minta hujan, maka beliau berdoa dan memohonkan turunnya hujan sambil menghadap kiblat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Memperhatikan saat-saat yang tepat dan suasana utama&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Seperti hari arafah, bulan ramdhan, hari jumat, pertiga terkahir malam, waktu sahur, ketika sedang sujud, ketika turun hujan, antara adzan dan iqomah, saat mulai pertempuran, ketika dalam ketakutan atau sedang beriba hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari Abu Umamah : ""Seseorang bertanya 'Ya RAsulullah, doa manakah yang lebih didengar Allah ?' Ujar nabi 'Doa ditengah tengah akhir malam dan selesai shalat fardhu'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda :"Jarak yang paling dekat diantara hamba dan Tuhannya ialah ketika ia sedang sujud.maka perbanyaklah doa ketika itu, karena besar kemungkinan akan dikabulkan"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Memulainya deng memuji Allah, memuliakan dan menyanjung Nya seta memuliakan- mengucapkan shalawat nabi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Memusatkan perhatian, menyatakan kerendahan diri serta ketergantungan kepada Allah Yang Maha Mulia serta menyederhanakan tinggi suara, antara bisik-bisik dan jahar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu keraskan suaramu waktu berdoa, jangan berbisik bisik dengan suara halus, tetapi tempuhlah jalan tengah diantara keduanya"(Al Isra :110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bermohonlah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan tidak mengeraskan suara.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melewati batas"(Al A'raf :55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Hendaklah doa itu tidak mengandung dosa atau memutuskan tali silaturahim&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits yg diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Said khudri bahwa nabi saw bersabda :"Tidak seorangpun yang berdoa kepada Allah 'azza wajalla , sedang doanya tidak mengandung dosa atau bermaksud hendak memutuskan silaturahim, kecuali akan diberi Allah salah satu diantara 3 perkara : pertama akan dikabulkanNya doa itu dengan segera, kedua, adakalanya ditangguhkanNya untuk menjadi simpanan di akhirat kelak, ketiga, mungkin dengan menghindarkan orang itu dari bahaya yang sebanding dengan apa yang dimintanya. Tanya mereka 'Bagaimana kalau kami banyak berdoa ?'Ujar nabi 'Allah akan lebih memperbanyak lagi' "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Tidak menganggapnya lambat akan dikabulkan Allah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits yg diriwayatkan oleh Malik dari Abu hurairah bahwa Nabi saw bersabda : "Tentu doa seseorang akan dikabulkan Allah, selama orang itu tidak gegabah mengatakan'saya telah berdoa, tetapi doa saya tidak juga dikabulkan Allah'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.Berdoa dengan keinginan yang pasti agar dikabulkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits yg diriwayatkan oleh Abu dawud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda : "Janganlah seseorang diantaramu mengatakan'Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menginginkannya, Ya Allah , berilah rahmat padaku jika Engkau mengingininya. Dengan Tujuan untuk memperkuat permohonannya itu, karena Allah Ta'ala , tak seorangpun yang dapat memaksaNya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Memilih kalimat-kalimat yang mencakup makna yang luas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sunan Ibnu Majah terdapat "bahwa seorang laki2 datang menemui rasulullah saw, lalu bertanya “Ya Rasulullah , manakah doa yang lebih utama?' Ujar Nabi 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu kemaafan dan keselamatan baik di dunia dan akhirat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga terdapat "Tidak ada doapun yang diucapkan oleh hamba , yang lebih utama dari 'Ya Allah , saya memohon kepadaMu keselamatan baik di dunia maupun di akhirat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Menghindari yang tak baik terhadap diri sendiri, keluarga dan harta benda sendiri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari jabir bahwa rasulullah saw bersabda : "Jangalah kamu berdoa buruk terhadap dirimu, begitupun terhadap anak-anakmu, terhadap pelayan-pelayan dan harta bendamu. jangan sampai nanti doamu itu bertepatan dengan suara saat dimana Allah bisa memenuhi permohonan, hingga doa burukmu itu akan benar-benar terkabul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11.Mengulangi doa sampa tiga kali&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari Abdullah bin Mas'ud : "Bahwa rasulullah senang sekali berdoa dan istighfar tiga kali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Agar mulai dengan diri pribadi bila berdoa buat orang lain&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Firman Allah ta'ala :""Ya Tuhan kami!berilah keampunan bagi kami, dan bagi saudara-saudara kami yang telah lebih dulu beriman daripada kami"(Al Hasyr : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterima dari Ubai bin Ka'ab , katanya :"Bila Rasulullah saw teringat akan seseorang lalu mendoakannya maka lebih dulu dimulainya dengan dirinya sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman KAMUS  IMB (lupa tanggalnya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111751678253562450?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111751678253562450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111751678253562450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111751678253562450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111751678253562450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/jangan-jemu-berdoa.html' title='JANGAN JEMU BERDOA'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111718068915711850</id><published>2005-05-27T00:09:00.000-07:00</published><updated>2005-05-27T00:58:09.183-07:00</updated><title type='text'>Ia adalah Rasulullah</title><content type='html'>Anas bin Malk berkata, "Suatu malam aku masuk ke masjid. Kulihat semacam batang pohon korma berada di tengah masjid. Aku heran sebab ia belum pernah ada di tempat tersebut. Aku pun mendekat. Yang kusangka sebatang pohon itu ternyata adalah Rasulullah yang sedang shalat. Aku sangat gembira. Aku senang bisa shalat bersama Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di samping Nabi SAW dan beliau pun memulai shalat dengan membaca surat Al Baqarah. Ketika itu aku mengira, "Beliau mungkin berhent pada ayat ke seratus," pikirku lagi. Ternyata beliau membaca surat itu sampai selesai. "Barangkali beliau menyelesaikannya dan kemudian rukuk." Ternyata beliau meneruskan dengan surat Al Imran. Aku berpikir, "Mungkin beliau sampai pada ayat ke seratus." Tetapi, ternyata beliau menyelesaikan surat Al Imran. Akupun berpikir, "Mungkin beliau menghabiskannya kemudian rukuk." Tapi ternyata beliau meneruskan dengan surat An Nisa. Aku menyangka, "Mungkin beliau sujud pada ayat keseratus. Tapi ternyata beliau menyelesaikan surat An Nisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sekitar enam juz. Demi Allah, manusia tidak akan mampu melakukannya. Namun, beliau adalah Rasulullah yang mencintai Allah. Kala berada di hadapan-Nya, beliau menikmati perjuangan tersebut. Di sana, di rawa-rawa, engkau bisa menjumpai orang yang berdiri selama enam jam menunggu di kolam dan bersabar untuk mendapat tangkapan ikan. Ia mampu melakukan hal itu karena ia menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah menyelesaikan surat An Nisa, Anas melanjutkan ceritanya, "Sampai-sampai aku berniat buruk." Anas ditanya, "Apa itu?" "Aku berniat duduk dan membiarkan Nabi SAW berdiri sendirian," jawab Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Nabi, tutur Anas, tidak seperti bacaan orang lain. "Nabi SAW membaca dengan agak pelan. Jika melewati suatu ayat yang mengingatkan kepada surga kudengar beliau berdoa, "Allaahumma innii as'alukal jannah" (Ya Allah, aku memohon surga kepada-Mu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika melewati ayat yang berisi ancaman terhadap neraka, kudengar beliau berdoa, "Allaahumma innii a'udzubika minan naar" (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari api neraka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi SAW rukuk. Lama beliau rukuk hampir sama dengan lamanya beliau berdiri. Beliau mengucapkan, "Subhana Rabbi al-Azhim". Beliau membacanya dalam jumlah banyak, kemudian berdiri. Lama berdirinya hampir sama dengan lamanya beliau rukuk. Kudengar beliau mengucapkan ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rabbii lakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubarokan fiihi mil'ussamawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa bainahumaa wa mil'u maa syi'tamin syai'in ba'du " (Tuhan segala puji bagi-Mu, pujianyang banyak, baik dan penuh berkah sepenuh langit dan bumi, sepenuh antara keduanya dan sepenuh apa yang dikehendaki sesudah itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu beliau sujud. Lama sujud beliau hampir sama dengan lamanya berdiri. Beliau banyak berdoa kepada Allah dalam sujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari buku :&lt;br /&gt;MEMINTA DAN MENCINTA (Cara menikmati Shalat, do'a, zikir, haji dan baca Qur'an)&lt;br /&gt;Karangan : Amru Muhammad Khalid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111718068915711850?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111718068915711850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111718068915711850' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111718068915711850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111718068915711850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/ia-adalah-rasulullah.html' title='Ia adalah Rasulullah'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111717749064102231</id><published>2005-05-26T23:50:00.000-07:00</published><updated>2005-05-27T00:06:30.436-07:00</updated><title type='text'>Mutiara Hikmah 1 (kalbu yang terkoyak)</title><content type='html'>"Di dalam kalbu ada koyak yang hanya bisa dirajut dengan mendatangi Allah.&lt;br /&gt;Di dalamnya ada nestapa yang hanya bisa dihilangkan dengan senang berkhalwat bersama-Nya.&lt;br /&gt;Di dalamnya ada duka yang hanya bisa dilenyapkan oleh rasa bahagia dengan mengenal-Nya dan jujur dalam berinteraksi dengan-Nya.&lt;br /&gt;Di dalamnya ada kerisauan yang hanya bisa ditenangkan dengan berkumpul bersama-Nya dan lari menuju-Nya.&lt;br /&gt;Di dalamnya ada api kesedihan yang hanya bisa dipadamkan dengan ridla kepada perintah, larangan dan ketetapan-Nya serta dengan senantiasa bersabar dalam hal itu hingga menjumpai-Nya." (Ibnu Qoyim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya kalbu yang terkoyak itu. Mengapa sedikit sekali terasakan kebahagiaan kalbu seperti yang digambarkan "sang dokter kalbu" Ibnu Qoyyim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyim menuturkan lagi, "Jika manusia merasa cukup dengan dunia, maka merasa cukuplah engkau dengan Allah. Jika manusia bergembira dengan dunia, bergembiralah engkau dengan Allah. Jika manusia senang dengan para kekasihnya, senanglah engkau dengan Allah. Jika manusia pergi kepada para penguasa dan para pembesar untuk meminta rezeki dan memperlihatkan cintanya pada mereka, maka perlihatkan cintamu pada Allah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111717749064102231?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111717749064102231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111717749064102231' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111717749064102231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111717749064102231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/mutiara-hikmah-1-kalbu-yang-terkoyak.html' title='Mutiara Hikmah 1 (kalbu yang terkoyak)'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111717655447938517</id><published>2005-05-26T20:17:00.000-07:00</published><updated>2005-05-26T23:49:14.510-07:00</updated><title type='text'>Tiga Puluh Tiga Tahun Lalu</title><content type='html'>Kemarin, 33 tahun lalu lahir bayi merah dari rahim seorang ibu setengah baya yang sudah cukup melahirkan banyak anak. Sebelumnya, wanita berusia 30-an tahun ini merasa was-was karena di rumah sakit tempat ia dirawat begitu banyak ibu hamil yang harus menangisi kepergian janin yang dilahirkannya. Innalillaahi wa innailaihi roji'un, begitu terucap di sela helaan nafas para perawat yang lalu-lalang menghantar kesibukan menangani pasien di ruang persalinan. Seraya berdo'a, wanita yang telah melahirkan lima orang anak ini berharap anak keenamnya bisa lahir dengan selamat dan sehat wal'afiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam masih menunjukkan pukul 8.00 malam saat itu, si wanita terbaring sendiri, karena suami tercinta sedang memberikan ceramah tentang Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid dekat rumah. "Jangan lupa, minta do'a dari semua anggota pengajian agar anak kita lahir dengan selamat," cetus si wanita yang sedang hamil tua saat melepas kepergian suaminya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tergambar betapa gundahnya sang suami harus meninggalkan istrinya yang sewaktu-waktu bisa melahirkan kapan saja. "Itu pasti Bu, jangan khawatir," ujar lelaki setengah baya seraya membetulkan letak selimut istri tercintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, sambil menahan sakit detik-detik menunggu kelahiran sang ibu serasa asyik memandangi purnama yang saat itu bersinar penuh. Lantunan ayat suci Al Qur'an dari rumah-rumah penduduk sekitar dan masjid yang marak meramaikan acara menyambut kelahiran Nabi Muhammad pun ikut menenangkan hatinya yang diselimuti rasa gundah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit ingin melahirkan pun kian terasa saat waktu menunjukkan pukul 11 malam. Kesibukan pun segera terjadi. Peluh keringat mengucur deras. Beruntung, suami tercinta telah ada disampingnya dengan bibir yang tak henti mengalir kata-kata sejuk. Kelahiran anak ke enam ini memang terasa beda, ada banyak kekhawatiran mengingat banyak bayi yang meninggal saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah, bayi mungil itu lahir dengan selamat tepat tengah malam. Namun suka cita itu tak berlangsung lama, esoknya setelah beberapa hari dibawa ke rumah, bayi tersebut sulit bernafas dengan demam yang tinggi. Sontak seiisi rumah mendadak tegang. "Kenapa jantungnya seperti berhenti berdetak," ucap ibu bayi itu lirih.Tanpa pikir panjang adik ipar perempuannya yang kebetulan bertugas di RSCM segera membopong keponakkan kesayangannya itu dengan berlari-lari ke rumah sakit. Saat itu, jarak rumah ke Rumah Sakit Cipto bisa ditempuh sepanjang 5 km dengan hanya berjalan kaki. Maklum kendaraan belum terlalu banyak dan saat itu tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejar-kejaran pun terjadi. Antara sadar dan setengah sadar wanita pemilik bayi itu menangis merongrong tak tahu apa yang harus diperbuat. Angin malam di bulan Mei telah membawa kabar yang tak menyenangkan. Sementara, bukan masalah anak ke enamnya saja yang menjadi bahan pikiran. Sudah seminggu ini anak lelaki pertamanya seperti hilang ingatan. Berbagai obat dari dokter dan ramuan obat tradisional telah dicoba, namun keadaan makin parah. Sewaktu-waktu syarafnya bisa terganggu dan merusak sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilas balik di tahun-tahun belakang adalah cerita yang tak perlu dibahas lagi. Nyatanya bayi merah itu bisa tumbuh sehat dan sempat mengecap alam reformasi yang penuh semangat perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah Robbi....betapa besar karuania-Mu menghadirkan orang-orang shaleh disekitarku sehingga bisa menjadikan diriku yang seperti sekarang ini. Ibu yang tak henti mendo'akan kebahagiaan anak-anaknya. Wanita perkasa yang "tahan banting" yang selalu berpikir optimis atas cobaan yang Kau beri. Bapak yang telah banyak menebar benih-benih agama dan berkesenian dalam hidupku. Kakak-kakak dan adik yang seperti teman, sahabat walau terkadang menjadi saingan dalam mengejar prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Ya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111717655447938517?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111717655447938517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111717655447938517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111717655447938517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111717655447938517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/tiga-puluh-tiga-tahun-lalu.html' title='Tiga Puluh Tiga Tahun Lalu'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111562836870968615</id><published>2005-05-09T01:26:00.000-07:00</published><updated>2005-05-09T01:46:08.756-07:00</updated><title type='text'>No title</title><content type='html'>Ini hari pertama menempati kantor baru. Meski suasananya gak serba baru, masih dihuni orang-orang yang sama, tapi sepertinya berada disini jauh lebih baik. Naik angkutan umum dari rumah ke kantor gak perlu sampe lima kali, bulak balik jadi 10 x....(wadduh...tapi gak bikin badan kurus nih..malah ngegemukkin). Dari Ciputat tinggal nyambung ke lebak bulus turun di dekat Republika. Tapi alamak....kebiasaan pelor (nempel molor) di kopaja P20 musti rada dikurangi nih.....bisa-bisa kebablasan ampe mampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kok lebih banyak berkeluh kesah soal ongkos perjalanan? Hari gini masi naik angkutan umum?? udah kepala tiga lebih githu lho....???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Au ah lap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi anzilni munzalan mubarokan wa anta khoiril munzilin (Ya Allah..tempatkanlah aku di tempat yang sebaik-baiknya tempat yang Kau berikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111562836870968615?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111562836870968615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111562836870968615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111562836870968615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111562836870968615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/no-title.html' title='No title'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111501859544327101</id><published>2005-05-01T23:57:00.000-07:00</published><updated>2005-05-02T23:54:31.660-07:00</updated><title type='text'>LELAKI PENGEMBARA</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lelaki pengembara itu pergi dengan membawa airmata di dadanya. Dia sudah tak bisa lagi menangis. Berkali-kali ia memaksa mengeluarkan airmata, berkali-kali ia gagal. Matanya hanya perih. Tapi tak membuatnya mengeluarkan air bening itu. Ia menjerit, meraung, memaki semuanya. Hatinya menangis meski matanya tak tertarik lagi. Mungkin sudah bosan mata itu mengeluarkan air bening setiap kali lelaki itu terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki pengembara itu memang cengeng. Tapi anehnya, dalam kesedihan yang menikam ini, airmata tak mau keluar. Semua orang yang tahu kisahnya mengira bahwa lelaki itu sangat tegar. Melebihi batu karang sekalipun. Semua orang memujinya sebagai seseorang yang hebat, yang kuat dan tabah. Lelaki pengembara itu semakin menangis dalam hatinya ketika mendengar semua pujian atau bahkan tuduhan yang tertuju untuknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya derit kereta yang sangat memahami tentang kesedihannya. Ya, derit kereta begitu tahu seberapa besar cintanya kepada perempuan yang setia menghiasi tidurnya. Hanya detak jam dinding yang paham seberapa besar rindunya untuk perempuan dalam mimpinya. Hanya debu-debu jalanan yang benar-benar memahami seperti apa cintanya pada perempuan yang hadir dalam malam-malam sunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihannya berawal dari sebuah malam. Malam yang mengerikan bagi laki-laki pengembara. Malam yang memisahkannya dengan perempuan itu. Malam yang dilalui pengembara seperti malam-malam biasanya. Ia berjalan sendirian menuju sebuah taman. Taman kota. Disanalah biasanya ia menemukan perempuan itu. Perempuan dengan wajah semesta. Perempuan yang sulit ditebak darimana sebenarnya ia berasal. Wajahnya seperti wajah dunia. Disana ada raut jawa, sunda, india, arab, cina, pakistan, amerika, inggris, vietnam, prancis dan hampir seluruh negara di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorot matanya pun sama. Sorot mata semesta. Dan laki-laki pengembara tahu, bahwa perempuan inilah yang selama bertahun-tahun dia cari. Laki-laki itu menjadi pengembara dengan impian menemukan perempuan dengan wajah semesta yang hadir dalam setiap mimpinya. Dan laki-laki itu memutuskan meninggalkan pesantren tempatnya hidup dan dibesarkan tepat setelah 3 kali dia bermimpi tentang perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman inilah laki-laki itu duduk. Dan tepat setelah lima menit dia duduk, akan ada seseorang menghampiri bangku tempatnya itu. Lantas duduk disampingnya. Ya, itulah perempuan yang hadir dalam mimpinya. Harum tubuhnya, sosoknya dan semuanya meyakinkan laki-laki itu bahwa perempuan itu adalah benar-benar yang dicarinya bertahun-tahun. Setelah entah berapa waktu mereka berdiam, laki-laki pengembara itu selalu memulai perbincangan dengan sebuah pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kau temukan hari ini diluar disana?" setelah itu perbincangan mengalir kemana-mana. Mereka berbicara tentang kondisi masing-masing, kondisi sekitar, ekonomi, politik, sosial, dan tentu saja ini yang terpenting. Mereka tak lepas berbicara tentang cinta. Setelah itu diantara mereka mengucapkan kata berpisah dengan bahasa mata. Mereka saling menatap lama. Tentu saja, mereka berjanji untuk bertemu lagi besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malam itu lain. Sesaat setelah mereka saling diam. Ketika baru saja lelaki pengembara hendak bertanya tentang pertanyaan yang biasa dia ajukan untuk memulai perbincangan, perempuan itu telah lebih dulu berkata, "aku harus pergi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki pengembara bagai disengat listrik. Kesadarannya seperti lenyap. Dia hanya menatap perempuan itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tahu perasaanmu. Tapi tak ada jalan lain. Secepatnya aku pergi, itu lebih baik. maafkan aku. Tapi bukankah kau ingin cinta kita adalah cinta universal? cinta yang tetap akan kita rasakan meski tubuh kita berjarak ribuan kilometer? cinta yang hadir tidak saat kau melihatku saja? tetapi cinta itu lahir ketika kau melihat matahari, bulan, bintang, pepohonan, dan semuanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembara itu masih diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bicaralah kekasih! aku tak mungkin pergi kalau melihatmu seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pergilah! aku tak mungkin mampu mencegahmu. Meskipun kucegah kau tetap akan pergi juga. Pergilah! aku mungkin akan terus berdoa, agar waktu bisa mempertemukan kita kembali. Pergilah! aku mencintaimu, meski kau membenciku, aku tetap mencintaimu. pergilah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu berdiri sejenak, mengecup kening laki-laki pengembara itu dengan rinai airmata. Lantas berlari. Dan hilang ditelan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang tak pernah terlupakan bagi laki-laki pengembara. Dan malam-malam setelah malam itu menjadi sebuah siksaan. Lelaki pengembara terhanyut dalam kesedihannya. Beratus-ratus jalan ia lewati, dan ia merasa dia harus terus berjalan. Sebab berhenti adalah luka. luka atas masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan kota yang sama, di sudut sebuah taman. Seorang perempuan tengah diam tak bergeming. Di lewatinya setiap malam di taman-taman yang berbeda, pada kota-kota yang berbeda. Sekedar berharap bisa bertemu lagi dengan lelaki itu. Lelaki yang hadir dalam mimpi-mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tinggalkan rumah besar kebanggan orang tuanya. Sekedar mengejar apa yang ilihatnya dalam mimpi. Ya, dia memang pernah bertemu dengan lelaki itu. malah mereka telah berubah menjadi sepasang kekasih. Tapi tiba-tiba semuanya lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salahkah aku?" bisik hati perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah jika seorang perempuan berharap lebih? tidak semua hal selesai dengan diam. dengan hanya saling menatap. Seringkali dibicarakannya soal mimpinya tentang rumah, anak-anak, keluarga dan sebuah alamat yang tetap. Tapi lelaki itu seperti tak tertarik. Hanya bertemu malam hari tanpa tahu kemana dia di siang hari atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sangat ganjil. Untuk sebuah mimpi tentang rumah, keluarga dan anak-anak itulah dia memutuskan pergi. Tapi andai saja lelaki itu melarangnya pergi, maka dengan senang hati dia akan tetap tinggal. Tapi jawaban lelaki itu benar-benar membuatnya hancur. Laki-laki itu membiarkan dia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menatap langit yang sudah remang. Sebentar lagi fajar benar-benar akan membuat langit terang. Dia mengemas ranselnya, lantas berjalan ke balik pepohonan. Hilang ditelan kabut pagi&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111501859544327101?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111501859544327101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111501859544327101' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111501859544327101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111501859544327101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/05/lelaki-pengembara.html' title='LELAKI PENGEMBARA'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111476071848941027</id><published>2005-04-29T00:08:00.000-07:00</published><updated>2005-04-29T00:45:18.490-07:00</updated><title type='text'>IBRAH 3</title><content type='html'>Uang Bukan Segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aneh mengisi blog ini lagi, sudah lama sekali tidak terisi kata-kata 'bernas'. Padahal, banyak ibrah yang didapat dari berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja si A, temen di kantor yang mencoba berbagi proyek dengan kami. Tanpa ba-bi-bu lagi, si A menghandle semua laporan kegiatan dengan menatasnamakan tim kami. Tanpa disadari pula, kita terpasung dengan tingkah polah si A yang terkesan arogan dan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asatagfirullahal'adzim, tanganku tiba-tiba harus menekan tuts di key board ini dengan kata-kata memojokkan seseorang. Padahal kolaborasi ini tidak akan ada tanpa campur tangan diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan, dua bulan, dan waktu tiga bulan yang dijadwalkan proyek buku ini bakal selesai ternyata molor menjadi enam bulan. Dan di penghujung bulan ke enam ini, bukannya mendapat imbalan setimpal....kami justru mendapat hujatan, caci maki karena ketidak profesionalan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, introspeksi diri! Suatu pekerjaan yang berawal dari keragu-raguan akan berdampak buruk akhirnya. Harusnya kami tidak menyepakati mengerjakan proyek yang awalnya sudah meragukan. Tapi ya sudah, nasi telah menjadi bubur, demi menjaga nama baik, buku itu alhmadulillah bisa selesai, namun entah kapan bisa launching ke pasaran. Bahkan, masalah berapa jumlah uang yang kami terima sudah tidak menjadi bahan diskusi di meja bundar. Yang pasti, tidak ada sepeser pun uang yang kami dapat, justru ganti rugi yang harus ditanggung bersama..:(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan bukan? Tapi di balik kesedihan memang ada hikmah terkandung. Bagi diriku pribadi, kejadian ini justru membuahkan pengalaman baru. Aku mendapat imbalan lebih dari sekedar uang. Aku yang tidak tahu menahu bagaimana proses pembuatan buku, dari lay-out,desain cover sampai ke percetakan jadi'sedikit' lebih tahu. Dan lagi, bila ada instansi atau pejabat yang menawarkan membuat biografi dan sejenisnya, aku jadi tahu bagaimana membuat proposalnya, membentuk tim yang solid dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...semua tidak sekedar materi. Kebahagiaan, kesenangan ada dalam setiap kesusahan.Thanks God! Allaahu Akbar!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111476071848941027?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111476071848941027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111476071848941027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111476071848941027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111476071848941027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/04/ibrah-3.html' title='IBRAH 3'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-111286466989402803</id><published>2005-04-07T01:55:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T02:04:29.903-07:00</updated><title type='text'>Kemelut Nafas</title><content type='html'>Kabut tebal mulai beranjak hilang di pandangan mata. Tetapi udara pagi pegunungan masih sisakan dingin menusuk sumsum. Tak lama, fajar beranjak tumbuh di ujung timur. Menyembur tubuh warga kampung petani yang sedang menuai panen. &lt;br /&gt;      Di lembah subur berkeliling bebukitan, nyanyian lagu berirama sunda mengalun merdu di bibir-bibir mereka. Terasa hamparan hidup akan kembali datang. &lt;br /&gt;       Salman lelaki muda itu masih di pematang sawah. Matanya masih  memperhatikan tanaman padinya yang siap untuk di panen. Sesekali tangannya meraih tali yang terentang di ladang, lalu mengerak-gerakan orang-orangan sawah. Menakut-nakuti burung pipit yang kala itu datang menyerang. Sesekali pandangannya menerawang ke bawah melihat hamparan pemukiman kota yang jelas terlihat. &lt;br /&gt;      Sore selepas waktu Ashar balai desa penuh dengan warga. Dari tua hingga anak-anak hadir mendengarkan musyawarah Rawutan1 para sesepuh kampung. Antusias mereka mengikuti alur perbincangan itu. Akhir musyawarah, sesepuh kampung memutuskan  acara syukuran hasil bumi jadi di laksanakan dua hari lagi. Warga menyambut gembira keputusan itu. Merebaklah kehangatan.  &lt;br /&gt;      Salman juga hadir di sana bersama pemuda kampung lainnya. Tetapi lirikan matanya menjadi gelisah. Dadanya berdegup keras ketika dia beradu pandang dengan seorang gadis yang ia ketahui bernama Mirna. Matanya jernih, berkulit langsat terbakar matahari, rambutnya tergerai di tiup angin, keringat merayapi dahinya. &lt;br /&gt;     Ah, cantiknya bagai mawar menyambut dengan senyuman, ujar hati Salman.&lt;br /&gt; Ia berlahan mendekati.&lt;br /&gt;         “ Kau ikut menari dik?” tanya Salman mencoba membuka obrolan.&lt;br /&gt;         “ Iya…akang juga ikut serta di acara arak-arakan itu?” tanya Mirna menyambut&lt;br /&gt;        “ Aku tidak ikut, hanya ikut membantu membuat rangkaian pernak-pernik bersama teman-teman lainya”ujar Salman   &lt;br /&gt;      Mirna pun tersenyum. &lt;br /&gt;      Obrolan mereka semakin lupa akan suasana riuh gembira di balai desa. Ketika bulan sudah bergelayut melingkar di langit. Mirna dan Salman pulang beriring akrab meniti jalan setapak di tengah rumpun bambu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………………&lt;br /&gt;      Dua hari menjelang hari syukuran, warga kampung mulai di sibukkan. Para ibu-ibu menyiapkan makanan. Mereka berkerja di beberapa rumah warga yang berukuran besar. Ada yang khusus menanak nasi, membuat kue, dan membuat lauk.   &lt;br /&gt;      Salman dan para lelaki dewasa lainnya bertugas mendirikan panggung, membuat pintu gapura dari daun kawung dan bambu. Sementara para perempuan lainya menyiapkan beberapa bambu untuk para lelaki menyembelih kerbau di lahan kebun yang tak jauh dari kampung. &lt;br /&gt;       Para remaja putri dan anak muda lainnya berlatih kesenian termasuk Mirna. Menari berlenggak lenggok gemulai mengikuti alunan musik Gembyung2 dengan nyayian bersemangat.&lt;br /&gt;       Dibawah rumpun pohon rambutan Salman bersandar, memperhatikan mereka yang sedang berlatih. Terutama tertuju kearah Mirna. Sesekali dadanya berdebar, setiap kali Mirna melemparkan pandangan kearah Salman.  &lt;br /&gt;       Hari yang di nantikan warga pun datang. Pagi hari warga sudah berkumpul di Balai Desa. Tempat di mana arak-arakan itu akan di awali. Beberapa warga dari luar Desa juga ikut menyaksikan acara syukuran hasil bumi itu. &lt;br /&gt;      Suara rebana dan kendang mulai mengalun ramai mengelilingi kampung. Para ibu-ibu dan remaja putri beriringan menari dan bernyanyi menghibur. Mereka tertawa sambil bercanda dan bermusik.&lt;br /&gt;      Tak jauh dari tempat mereka. Para lelaki berarak jalan sambil membawa dongdang3 yang di pikul di pundak. Dinding-dindingnya di hiasi tomat, cabai, nanas, rambutan dan buah-buahan lainya. Hasil bumi mereka segar-segar. Tak heran bila para warga yang  menonton di pinggiran jalan. Mencoba nakal, mencomot sedikit demi sedikit buah-buahan yang terpajang.  &lt;br /&gt;      Setelah usai pesta di musim panen. Keluarga-keluarga baru bermunculan di kampung itu. Seperti jamur tumbuh di musim penghujan. Begitu juga Salman dan Mirna mengakhiri masa lajangnya di kursi pelaminan. Menapak kehidupan baru di kampung subur yang di kelilingi berbukitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………………..&lt;br /&gt;     Dua tahun kemudian beberapa makelar tanah berasal dari kota datang ke kampung itu. Mereka membujuk para warga untuk mau menjual lahan-lahan pertaniannya yang berada di lembah. Alasan mereka ingin membeli lahan itu karena akan di jadikan penghijauan dan perkebunan kopi dan warga kampung itu akan ikut di jadikan sebagai karyawan. &lt;br /&gt;     Warga tidak begitu saja percaya pada bujuk rayu mereka. Hanya sebagian kecil warga yang mau menjual lahan sawahnya. Berbagai cara di lakukan oleh para makelar tanah itu untuk meloloskan keinginannya. Sempat mereka menyewa preman-preman  kota untuk menakuti-nakuti warga. Sehingga warga terpaksa merelakan tanahnya untuk di jual. &lt;br /&gt;     Lama sudah lahan pertanian yang di beli para makelar tanah itu di telantarkan begitu saja oleh pemiliknya. Tetapi lahan pertanian habis di jual. Para warga mencoba membuka lahan pertanian baru dibawah bukit. Tidak seluas lahan pertaniannya yang dulu. Warga masih bisa bernafas lega atas hasil panennya.&lt;br /&gt;      Setelah di telantarkan cukup lama. Janji-janji para makelar tanah ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Para perkerja dari kota datang secara besar-besaran ke lembah. Membangun tembok pembatas dan membuka jalan aspal di sekitar kampung yang mengarah ke atas lembah. Bangunan-bangunan seperti pabrik di buat oleh para perkerja kota. &lt;br /&gt;      Warga mengira pembangunan itu akan di jadikan tempat usaha. kenyataannya truk-truk besar berisi aroma busuk yang datang setiap hari. Membawa ribuan kilo sampah dan membuangnya di lembah itu. Tak kenal waktu mereka lalu lalang di sepanjang siang dan malam seperti meludahi wajah kampung itu dengan kotoran. &lt;br /&gt;       Musim penghujan memang sudah datang, tetapi auranya tidak membawa kesegaran di mata warga. Tidak ada gemericik air yang mengalir dari bambu-bambu buatan. Hanya aliran limbah berwarna hitam pekat yang selalu datang dan aroma busuk yang menyelonong masuk menusuk hidung. Bila hujan reda, lalat-lalat berlomba berdatangan.  &lt;br /&gt;Melekat di teras-teras rumah hingga masuk keruang dalam.  &lt;br /&gt;       Kegiatan di lembah itu masih terus berlangsung. banyak orang-orang berdatangan dan berkerja disana sebagai pemulung. Mereka mendirikan pemukiman gubuk berbahan  kardus dan papan kayu bekas di sekitar area. Setiap hari selalu saja ada Truk pengangkut sampah yang datang hingga Lembah itu semakin ramai di kunjungi.&lt;br /&gt;       Suatu malam di balai desa, Salman dan pemuda kampung lainnya berkumpul membicarakan dampak lingkungan atas kehadiran limbah sampah yang kian hari kian menumpuk.   &lt;br /&gt;         “Kita sudah di tipu oleh makelar-makelar kota itu. Ladang di lembah yang kita jual kepada orang-orang kota bukan untuk penghijauan atau perkebunan kopi, tetapi untuk di jadikan sarang sampah untuk orang-orang kota,” ujar Salman kesal. &lt;br /&gt;         “Anak saya sering sakitan perutnya, kalau pulang dari sekolah ia sering mengeluh karena pernafasanya selalu sesak,” ujar salah seorang warga menanggapi ucapan Salman.&lt;br /&gt;       Suasana langit di balai desa semakin memanas ketika warga yang ikut dalam perbincangan itu mengeluarkan segala kekesalannya atas kebohongan yang di lakukan para makelar tanah itu.&lt;br /&gt;        “Tanaman padi saya gagal total, air limbah itu mengalir ke sawah saya. Airnya berwarna merah membuat padi saya menjadi gabuk dan mati,”ucap pengaduan warga lainya. &lt;br /&gt;       “Kita tidak bisa berlama-lama dengan keadaan seperti ini.” tegas Salman kepada warga kampung yang hadir.&lt;br /&gt;       “Bila situasi ini terus-menerus menimpa lahan pertanian kita. Mau hidup dengan apa kita nanti. Sedang sumber penghidupan kita sangat bergantung dengan hasil pertanian yang kita kelola di tanah ini.” tambah Salman&lt;br /&gt;       “Kita harus adukan masalah ini ke balai kota..!”&lt;br /&gt;     Esok hari warga sepakat beramai-ramai datang ke balai kota. mengadukan nasib  lingkungan mereka yang kian memburuk.    &lt;br /&gt;   “Saya akan tampung permasalahan anda- anda semua. Maaf, bila kehadiran limbah sampah itu menggangu ketentraman wilayah di kampung anda. Keluhan anda-anda semua akan saya sampaikan ke pihak yang bersangkutan dan saya janji  permasalahan ini  akan saya perhatikan,” ujar salah satu Pejabat Balai Kota.&lt;br /&gt;       Tetapi pengaduan warga hanya sebatas pengaduan. Para pejabat di Balai Kota dan pihak pengelola lahan itu seperti tidak memperdulikan.         &lt;br /&gt;       Sempat limbah sampah di lembah itu longsor dan turun menimbun tujuh rumah warga kampung yang berada dibawah. Tetapi kabar kematian itu tak urung menggerakan hati para pejabat di balai kota. Sampai-sampai warga kampung bosan untuk datang ke balai kota untuk mengadukan permasalahan limbah sampah itu. Mereka pasrah menerima kenyataan pahit itu.&lt;br /&gt;        Sudah tidak ada lagi ladang pertanian. Tidak ada sayuran, buah-buahan yang segar dan pesta Syukuran hasil bumi yang dulu sering mereka rayakan. Sumber air satu-satunya dari perbukitan sudah tercemar. Airnya tidak bisa di pakai karena licin bila menyentuh kulit. Rasanya asin dan bau bila di minum.&lt;br /&gt;        Tetapi hidup harus terus berjalan. Salman dan beberapa warga mencoba alih usaha menjadi tukang ojek di kampung itu. Dan beberapa warga kampung yang tak cukup uang meninggalkan lahan pertaniannya menjadi pemulung. Mengumpulkan barang-barang rongsokan dan plastik-plastik bekas untuk di jual kepada penadah di luar kampung.     &lt;br /&gt;……………………………………&lt;br /&gt;        Dua belas tahun sudah Salman bertahan di kampung kelahirannya. Ia sudah di karunia dua orang anak dari hasil perkawinannya dengan Mirna. Setiap tengah malam Mirna selalu menyempatkan diri untuk bangun. Mempersiapkan segala keperluan suaminya untuk berkerja. Jaket kulit dan kupluk4 selalu terlipat rapih di atas meja tamu. Selesai menjalankan salat malam secangkir kopi hangat selalu hadir ditangannya bersama senyum ia suguhkan kepada Salman.&lt;br /&gt;            “Kang, hati-hati kalau sedang mengendarai motor. Saat ini jalanan sedikit licin dan berkabut kalau turun hujan cepat-cepatlah pulang, tak usah ngoyo mengejar uang yang penting akang selamat. Sebab jalanan di TPA sana cukup terjal  dan gelap. Aku takut terjadi apa-apa nanti dengan akang,” pesan Mirna setiap kali Salman pergi berkerja di larut malam.&lt;br /&gt;        Berkerja di malam hari bukan lah kemauan Salman. Tetapi di saat malam menjelang pagi seperti itulah puncak kesibukan di lembah. Salman bisa meraup cukup banyak mengantar penumpang yang ingin pergi atau pulang dari lembah itu.  Semua penumpang  kebanyakan para pemulung yang tinggal di bawah perkampungan. Alasan para pemulung memilih berkerja di malam hari karena bau busuk yang berasal dari endapan sampah tidak terlalu menyengat hidung di banding berkerja di siang hari. Sehingga berkerja dengan penerangan lampu petromaks sudah sangat cukup mendukung aktifitas mereka.&lt;br /&gt;           “Jangan kau terlalu gelisah setiap kali aku berangkat kerja di malam hari.&lt;br /&gt;           “Aku sudah terbiasa dengan jalanan terjal seperti itu,“ ujar Salman sambil mengeluarkan motornya dari dalam rumah.&lt;br /&gt;     Depan pintu rumah Mirna memandangi  kepergian suaminya sampai jauh menghilang di telan kabut malam. Hatinya tetap gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………………………………&lt;br /&gt;   Suatu malam menjelang pagi.  Salman terbangun dari tidur. Ia melangkah berlahan tanpa suara meninggalkan tempat tidur. Dipandanginya kedua anaknya yang saat itu sedang tidur terlelap. Melangkah ke ruang belakang untuk berwudhu, menjalankan sholat malam. Selesai berwudhu, Salman mendengar suara letupan keras dari luar rumah lalu  bergegas keluar ingin mengetahui sumber suara itu. &lt;br /&gt;    Dari teras rumah ia melihat percikan cahaya berulang-ulang di ikuti suara ledakan dari atas bukit. Sesaat kemudian aliran listrik padam bersama suara gemuruh yang semakin mendekat. Saat menengok keatas samar-samar melihat tanah dan gundukan sampah bergerak turun. &lt;br /&gt;   Salman langsung berlari kedalam kamar, membangunkan istri dan anaknya yang saat itu sedang terlelap tidur di kamar.&lt;br /&gt;        “ ada apa kang..?!, tanya Mirna yang saat itu terkantuk kaget. &lt;br /&gt;  Ia bingung melihat wajah suaminya ketakutan memaksa dirinya untuk segera pergi dari rumah.&lt;br /&gt;          “Anu….sampah…yang di atas bukit itu… bergerak turun menuju rumah kita. Cepat. kau keluar dan bangunkan anak-anak..!” cetus Salman. &lt;br /&gt;      Belum sempat mereka keluar rumah, gundukan sampah sudah menghadang mereka. Menerobos masuk pintu depan yang tengah terbuka. Jendela kaca depan pecah di terobos   lumpur sampah. Mendesak dan mengepung ruangan tengah rumah. Tembok kamar roboh di hantam gundukan sampah yang terus bergerak.&lt;br /&gt;          “Emak…tolong…emak…!?” teriak kedua anaknya yang saat itu terlepas dari gegaman tangan Mirna. Tak lama kedua anak terhanyut gundukan dan tertimbun. &lt;br /&gt;      Suasana  mencekam, ruangan gelap gulita. Salman dan Mirna mencoba berusahan keluar dari kepungan sampah yang semakin mengubur rumah mereka.&lt;br /&gt;         “Tolong…tolong… teriak Mirna galau. &lt;br /&gt;      Dalam keadaan kalap dan gelap gulita, Salman masih bisa melihat keremangan. Ia mencoba bergerak merayap naik ke atas gundukan sampah. Tubuhnya terdesak mengapung ke atas. Mencoba membongkar langit-langit rumah. Tetapi belum sempat ia membongkar, atap rumah sudah ambruk menimpa tubuh. Lengan tangan kanan terkilir. Ia mencoba keluar dari himpitan kayu-kayu.    &lt;br /&gt;          “Mirna... ! kau ada di mana..?!”teriak Salman gelisah. &lt;br /&gt;Tangannya mencoba meraba-raba mencari sesuatu benda yang bisa membuat ia keluar dari himpitan. Gundukan sampah masih bergerak mendesak dengan suara gemuruh.&lt;br /&gt;         “Aku di sini kang..”teriak Mirna ketakutan. &lt;br /&gt;      Dengan setengah badan terapung sampah. Mirna melangkah merayap. Meringkuk ke pinggiran tembok ruangan.    &lt;br /&gt;         “Mirna kau ada di mana,…Adi…Ira..?! ”teriak ulang Salman semakin gelisah dan galau mencari istri dan anaknya di keremangan pandangan. Tubuh semakin terendam dan  terus berusaha menghindar dan  naik keatas gundukan sambil mencari istri dan kedua anaknya     &lt;br /&gt;        “ Aku di sini kang,’ jawab Mirna bernada lemah,&lt;br /&gt;Salman mendekat asal suara itu. Melihat mirna dalam keremangan sedang terlingkup tak berdaya di pinggiran reruntuhan tembok ruang. Di peluknya Mirna. Mereka pasrah, tak berdaya dalam gelap timbunan sampah yang bergemuruh.&lt;br /&gt;    Tak lama Suasana menjadi hening dan bisu.  Hanya suara isak tangis dan suara batuk dari mulut mirna yang sesekali keluar. Salman masih memeluk erat istrinya. &lt;br /&gt;        “Kang, badanku dingin sekali, kepalaku terasa berat… &lt;br /&gt;        “Anak-anak dimana ..….?”lirih Mirna. &lt;br /&gt;       “Aku sulit untuk bernafas… “ suara Mirna perlahan diam. Sesaat kemudian…….&lt;br /&gt; Salman tidak bisa bicara. Tenggorokanya sudah penuh dengan lumpur. Kedua tangannya masih memeluk tubuh istrinya yang sudah diam. Tubuhnya menggigil dingin, detak jantung perlahan berhenti…….………..                             &lt;br /&gt;                             &lt;br /&gt;                                                                                              &lt;br /&gt;                                                                                             Subang,   22 Febuari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ruwatan merupakan budaya lokal sunda yang di rancang para leluhur suku sunda,   &lt;br /&gt;    di daerah Subang sejak tahun 1800 &lt;br /&gt;2. Gembyung adalah kesenian tradisioanal yang sarat dengan dengan puji-pujian  Islam  &lt;br /&gt;3. Dongdang adalah tanduk berbentuk rumah yang di hiasi berbagai hasil bumi   &lt;br /&gt;4. Kuplup : Topi berbahan wol berbentuk kopiah ukuran besar sebagai alat penghangat   &lt;br /&gt;    kepala dari udara dingin                 &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-111286466989402803?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/111286466989402803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=111286466989402803' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111286466989402803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/111286466989402803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/04/kemelut-nafas.html' title='Kemelut Nafas'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110965188057266229</id><published>2005-02-28T20:30:00.000-08:00</published><updated>2005-02-28T20:38:00.580-08:00</updated><title type='text'>Kesaksiaan Sebatang Pohon Kelapa</title><content type='html'>&lt;em&gt;Perempuan setengah baya itu bernama Inong. Ia masih berdiri terpaku diatas sebidang hamparan tanah. Matanya berkaca-kaca menatap serpihan papan kayu dan puing-puing tembok yang berserakan bercampur lumpur. Sesekali, pandangannya menerawang jauh tak terhalang apa pun, dari bibir pantai hingga ke laut lepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini memang sudah tidak ada lagi satu bangunan pun yang menjadi penyekat antara tempat ia berdiri dan bibir pantai. Ia berdiri termenung di atas tanah yang dulunya pernah berdiri sebuah rumah miliknya yang kini hancur menjadi rata dengan tanah, akibat musibah gempa dan gelombang air bah yang melanda kampungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas berlama-lama ia pun kembali pulang ke tenda-tenda pengungsian bagi kaum pendatang dari luar kota untuk menolong warga kota yang terkena musibah.  Ingatannya kembali ke minggu pagi itu di saat ia masih bisa bercengkrama dengan suami dan kedua anaknya yang masih berusia empat dan tujuh tahun.&lt;br /&gt; &lt;/em&gt;                              ********&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Minggu pagi langit berwarna biru cerah dengan sinar hangat matahari yang bersemangat. Warga kota menikmati hari minggu pagi itu dengan berjalan-jalan di ruas jalan. Ada yang berolah raga atau bercengkrama dengan sanak saudara atau teman di sejumlah taman-taman kota. Kedai-kedai kopi di deretan pertokoan kota, ramai di kunjungi pengunjung yang ingin menikmati secangkir wangi harum kopi panas. Lalu-lalang kendaran bermotor di jalan-jalan kota menandakan kota sudah bangun dari tidur lelapnya semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu memang sangatlah cerah. Semua warga kota juga pasti tergiur untuk bergegas ke luar rumah. Menikmati hangat sinar pagi sekaligus melepas lelah dari aktifitas rutin mereka yang di geluti selama seminggu. Tak kalah penting lagi, keamanan kota  sudah tentram dari ancaman kelompok bersenjata, yang beberapa bulan lalu sempat meresahkan warga kota.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu Inong berpamitan sebentar kepada suaminya, untuk berbelanja ke pasar kota,  membeli beberapa kebutuhan dapur. Ia juga sempat berpesan kepada suaminya menyiapkan makanan untuk sarapan pagi kedua anaknya jika mereka sudah bangun dari tidur dan menyuruh bersegera berbersih badan. Karena setelah pulang dari pasar kota nanti, Inong  telah berjanji kepada kedua anaknya untuk pergi jalan-jalan ke pasar pujasera dekat rumah, membeli mainan si kecil sekaligus membeli beberapa kebutuhan peralatan sekolah untuk anak pertamanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah perjalanan menuju pasar kota, ia  merasakan tubuhnya bergoyang. Tanah yang ia pijak terasa bergetar kuat. Getaran tanah beberapakali ia rasakan di sepanjang perjalanan. Inong lalu melihat-lihat keadaan kota yang sebenarnya sedang terjadi. Ia melihat orang-orang di kota berkumpul di ruas-ruas jalan. Beberapa bangunan rumah  runtuh dan pasar kota yang ia tuju sebagian sudah hancur berantakan. Tanah beretak-retak di sepanjang jalan. Suasana hirup-pikuk warga kota membuat ia lupa pada niat awal untuk berbelanja kebutuhan pokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai waktu lama, getaran kuat yang ia rasakan di sepanjang jalan sudah tidak ia rasakan lagi. Inong  melihat dari kejauhan tampak orang-orang berdatangan. Banyak orang berlarian dengan wajah panik. Ia mengira ada kontak senjata yang sering ia lihat di daerah rumahnya. Karena, terkadang kota ini masih sering terjadi pertikaian antara kelompok bersenjata dengan tentara. Orang-orang yang ada di sekitar daerah itu biasanya selalu berhamburan lari menghindar dan bersembunyi di tempat-tempat yang aman karena takut ada peluru nyasar ke tubuh mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi perkiraan itu terbantahkan. Ia mendengar suara aneh di kejauhan. Seperti mesin pesawat yang meraung-raung. Suara aneh itu semakin dekat terdengar keras bergemuruh. Beberapa orang warga mencoba mendekati asal suara gemuruh itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat suasana kota menjadi kacau balau. Semua kendaran bermotor berbalik arah menghadap Inong yang sejak tadi berdiri bingung di tepian jalan. Ia mengerti dengan suasana panik warga kota. Labi-labi1 penuh di tumpangi orang. Mobil-mobil pick up  mengangkut puluhan orang berwajah ketakutan. Orang-orang berhamburan ditengah jalan raya sambil berteriak-teriak “air bah” berulang-ulang. Mereka berlarian panik, mengikuti orang lain sambil membawa buntalan kain yang berisi pakaian seadanya dan barang-barang lain milik mereka yang mudah untuk di bawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika suasana masih hirup-pikuk dan orang-orang masih berjejar di tengah jalan raya kota. Air bah datang dengan tiba-tiba menyerbu kota dan cepat, semakin besar menjadi gelombang ombak setinggi lebih 5 meter. Gelombang itu berwarna hitam pekat menggulung benda-benda yang ada di hadapannya. Tidak terkecuali warga kota yang ada di tengah jalan,  cepat tersapu hilang di telan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inong mencoba menyelamatkan dirinya bersama beberapa orang warga kota. Ia berlari panik tidak beraturan. Berusaha mencari tempat yang tinggi untuk menghindar dari amukan gelombang air bah yang cepat menggenangi tubuhnya hingga ke atas pinggang. Saat kepanikan itu, ia melihat sebatang pohon kelapa tidak terlalu tinggi. Berdiri tegak di sisi jalan raya seberang mesjid terbesar di kota. Ia berusaha mendekati dengan langkah tubuh terhanyut oleh arus air. Ia berusaha menggapai. Hingga akhirnya dapat sampai memeluk erat batang pohon kelapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nafas terengah-engah, takut jantungnya berdetak cepat….Inong pasrah dengan ribuan doa keselamatan, meminta perlindungan kepada Allah. Air bah berlumpur hitam pekat semakin tinggi hingga mampu mengangkat tubuh Inong ke dahan-dahan  atas pohon kelapa. Ia terus berjuang selamatkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian kepalanya terhantam benda keras hingga empat giginya rontok. Ia tidak perduli rasa kesakitan itu. Memeluk erat batang pohon kelapa adalah hal  terpenting untuk dapat bertahan hidup dari amukan air bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inong terus berdoa di hati dan bibirnya. Meminta keselamatan  kepada Tuhan agar ia selamat dari mara bahaya yang sedang ia hadapi. Wajah perempuan setengah baya itu pucat pasi ketika melihat ratusan tubuh warga kota terseret dan tergenang oleh arus gelombang, terlempar tak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kapas di tiup angin, ia berteriak-teriak meminta tolong kepada siapa saja yang di lihat. Tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka, karena saat itu semua warga kota sibuk menyelamatkan diri masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga kota yang selamat berada di tempat-tempat tinggi, tidak bisa sama sekali menolong mereka yang terbawa arus gelombang. Mereka pasrah melihat dengan mata berkaca-kaca. Air bah tumpah ruah di kota. Membentuk  lautan hitam beriak deras. Langit kota menjadi berkabung bersama suara lirih, menyebut nama tuhan yang bergema di setiap penjuru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang tempat Inong sedang berjuang selamatkan diri. Puluhan ribu warga kota berlindung di masjid besar kota. Ada yang bergelantungan menyelamatkan diri di setiap bangunan-bangunan masjid. Mereka berdoa dan takbir diatas ketakutan terjangan gelombang air bah. Menyebut nama Tuhan berulang-ulang bersamaan jerit tangis histeris orang yang sudah kehilangan segala-galanya dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak ada tawa dan canda di minggu pagi itu. Segala perencanaan aktivitas mereka tidak akan bisa lagi terwujud. Semua hilang dan lenyap dalam sekejap di sapu gelombang air laut. Jiwa dan semangat mereka yang saat itu sempat hidup selamat menjadi saksi dari maha petaka, mungkin juga hilang bersama gelombang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah air mulai surut, Inong perlahan merambat turun melepaskan pelukan erat batang pohon kelapa. Tubuhnya masih gemetar menginjak tanah, setelah menyaksikan peristiwa itu. Wajahnya pucat pasi dengan mata memerah berkaca-kaca.  Ia tinggalkan batang pohon kelapa yang telah selamatkan dirinya. Tanpa alas kaki  dan pakaian basah kuyup bercampur Lumpur, ia mencoba kembali pulang ke rumah. Inong bersyukur pada Tuhan doanya dikabulkan, selamat dari musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaannya mulai gelisah ketika ingat kedua anaknya yang ditinggalkan di rumah, juga nasib suaminya. Mereka dalam keadaan tidur lelap. Entah apa mereka semua selamat. Ribuan pertanyan itulah yang mengganggu fikirannya selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan ia melihat banyak orang kota yang mati bergeletakan di ruas jalan kota. Terhimpit oleh reruntuhan bangunan, juga ada yang mati tersangkut di atas pohon. Kota itu sepi dan luluh-lantak berserta isinya. Penuh genangan air lumpur, kayu-kayu, rongsokan mobil, perahu dan segala benda yang sangat kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan setengah baya itu masih berjalan gemetar. Suara histeris terdengar dari orang-orang yang meratapi anaknya mati, orang tuanya mati, istri, suami atau saudaranya yang mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali langkahnya berhenti beristirahat duduk di pinggiran jalan raya bersama orang-orang kota yang sama-sama duduk pasrah di pinggiran jalan trotoar. Pandangannya menerawang lurus tidak ada arti. Memandangi reruntuhan banganan dan toko-toko yang rusak parah. Di samping dan di sekelilingnya. Cerita duka penuhi percakapan dan obrolan warga kota. Bicara mereka terkadang ngawur tidak beraturan di selingi suara isak tangis dan penyesalan. Ada wajah yang tertunduk letih juga ada yang menangis histeris memeluk anaknya sambil memanggil nama anaknya yang saat itu sudah mati kaku berlumuran lumpur.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inong meneruskan langkah gemetarnya meninggalkan kerumunan orang-orang kota yang berbicara ngawur tidak tentu arah itu. Ia kembali menangis ketika melihat bayi-bayi dan anak-anak kecil bergeletakan di tengah jalan diantara reruntuhan bangunan. Mati tanpa ada yang mengurus. Kota itu menjadi sepi, hanya beberapa warga lalu lalang kebingungan tidak tahu apa yang harus di kerjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inong kebingungan. Tidak tahu arah kemana lagi untuk menemukan rumahnya. Matanya mencari sesuatu bentuk atau tempat yang dapat ia kenal sebagai tanda pengenal bahwa itu rumahnya. Semua yang ia lewati sudah rusak berantakan rata dengan genangan lumpur berair seperti di kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan rumah berbahan kayu dan bambu yang ia bangun bersama suami dan saudarannya sepuluh tahun yang lalu, kini sudah tidak dapat ia temukan. Satu kilo meter dari arah pesisir pantai kira-kira letak rumahnya. Lokasi itu dipilih suaminya karena dekat dengan laut dan juga dekat dengan pusat kota, agar suaminya lebih mudah pergi melaut dan dekat dengan kota  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inong mulai merasa kedinginan. Pakaian yang di kenakannya masih basah bercampur lumpur. Perasaan putus asa menghantui hati dan fikirannya. Ia tidak menemukan satupun keluarganya atau saudaranya. Ia tidak tahu harus kemana lagi mencari suami dan kedua anaknya. Harta benda yang ia miliki  hilang tidak tersisa. Sekarang yang ia lihat hanya hamparan tanah reruntuhan dengan tiupan angin laut yang langsung dari arah pesisir pantai menyapu lembut wajahnya. Seakan tiupan angin itu ingin menenangkan dan menghibur hatinya yang duka. Ia juga sempat bertanya pada beberapa orang di sekitar reruntuhan. Tetapi semua jawaban yang ia pertanyakan itu tidak satupun dapat menghibur kegelisahan bathin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah menjadi janda seorang diri, yang hidupnya tanpa ada arti apa-apa. Tidak ada yang mengenalinya. Sanak-saudara entah pergi kemana. Ia tidak miliki lagi tempat berbagi kasih dan canda riang dari si buah hati atau tempat untuk berteduh untuk melindungi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesunyian selalu datang menghampiri perempuan setengah baya yang sudah menjadi janda itu. Ketika senja di langit sudah hilang di telan ujung barat, kota ini menjadi gelap gulita. Karena gardu listrik yang ada di setiap pelosok kota sudah tidak bisa memberikan aliran listrik untuk penerang lampu. Hancur tidak berbentuk, tertutup lumpur tebal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan memang sangat menyakitkan tapi hidup harus terus berjalan. Ia tak mengerti alur cerita hidup harus berakhir seperti ini. Harta benda dan segala yang dimiliki, juga suami dan kedua anaknya hilang musnah di peristiwa minggu pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kegelapan malam antara reruntuhan dan lumpur basah. Ia merasa kesunyian itu semakin membunuh urat nadi di fikirannya. Bergentayangan di antara keinginan untuk hidup atau mati. Tidak tahu kemana lagi harus pergi. Karena tubuh sudah semakin lemah dan letih untuk bangkit dari suasana kematian di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman mengerikan yang ia alami masih teringat jelas dan kerap kali menimbulkan mimpi buruk dan trauma. Ia selalu menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menyelamatkan kedua anaknya. Ingatan itu membuat ia takut dan menyesal kenapa ia meninggalkan suami dan kedua anaknya rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah-wajah kepanikan, jerit dan tangis histeris, ketakutan akan air bah masih terbayang. Menggangu dirinya di setiap malam saat menjelang tidur di tempat-tempat pengungsian seadanya bersama orang kota lainnya. Suara-suara itu masih jelas terdengar menggelegar, meraung-raung dilangit hitam mengalahkan suara deru ombak sekeras sekalipun di laut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Inong tinggal di tenda-tenda pengungsian di halaman mesjid besar kota yang di sediakan oleh kaum pendatang dari luar kota yang datang untuk membantu meringankan penderitaan warga kota. Terkadang bila lapar datang, ia selalu bergentayangan ke segala tempat, mencari makanan untuk mengisi perutnya yang lapar. Entah makanan itu bersih atau kotor ia tetap mengganyang habis sampai tidak tersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan bintang selalu hadir di malam-malam berkabung. Sinar remangnya bertebaran di kota yang rusak. Setidaknya sinar itu masih bisa memberikan penerang pandang kepada Inong, perempuan setengah baya tanpa suami dan anak itu, untuk merenung dan menerawang seorang diri di lapangan mesjid besar kota atau menyandarkan tubuhnya di batang pohon kelapa yang berdiri di sisi jalan raya seberang mesjid besar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itu, ia selalu berbicara sendiri atau tertawa keras dengan kata-kata tidak terarah. suaranya terdengar lirih menyentuh hati setiap kali dirimu mendengar kisah cerita itu. Setelah itu wajah Inong kembali murung. Matanya memerah berkaca-kaca sampai menetes di bumi Rencong. Hingga akhirnya kelelahan menghinggap dan tidur terlelap beratap langit beralas lengan di saksikan sebatang pohon kelapa yang masih berdiri tegak di sisi jalan raya seberang mesjid besar kota..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110965188057266229?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110965188057266229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110965188057266229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110965188057266229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110965188057266229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/02/kesaksiaan-sebatang-pohon-kelapa.html' title='Kesaksiaan Sebatang Pohon Kelapa'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110897501939260958</id><published>2005-02-21T00:20:00.000-08:00</published><updated>2005-02-21T00:36:59.403-08:00</updated><title type='text'>Pernikahan  sebagai Mitsaqan-Ghalizha</title><content type='html'>Menikah merupakan sunnah yang diagungkan oleh Allah. Al-Qur'an menyebut pernikahan  sebagai mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat). Mitsaqan-ghalizha adalah nama dari perjanjian yang paling kuat di hadapan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tiga kali Al-Qur'an menyebut mitsaqan-ghalizha. Dua perjanjian berkenaan dengan tauhid, sedang yang lain adalah perjanjian Allah dengan para Nabi ulul-azmi, Nabi yang paling utama di antara para Nabi. Dan pernikahan oleh Allah termasuk yang digolongkan sebagai mitsaqan-ghalizha. Allah menjadi saksi ketika seseorang melakukan akad nikah. Setiap jalan menuju mitsaqan-ghalizha dimuliakan oleh Allah. &lt;br /&gt;Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat dan ikhtiar untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran hubungan biologis dengan lawan jenis. Menikah merupakan amanah Allah dan sangat tinggi derajatnya. Menikah berarti menyempurnakan setengah Ad-Dien, bahkan jika masih remaja berarti menyempurnakan 2/3 Ad-Dien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kekuatan agamanya dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah dan untuk mendapatkan pahala-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keselamatan akhirat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan bisa kurang barakahnya jika Anda mempersulit proses. Suami tidak mudah mencapai akad nikah bukan karena halangan yang bersifat prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menyegerakan nikah insya Allah keluarga Anda akan penuh barakah. Tetapi jika Anda tergesa-gesa, kekecewaan lebih mudah Anda dapatkan daripada kebahagiaan.&lt;br /&gt;Pernikahan yang barakah insya Allah banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah-hasanah (kebiasaan baru yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pernikahan tidak lagi semata-mata merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan agama, tetapi sudah merembet jauh menjadi persoalan status sosial, prestise, dan bahkan menyentuh aspek karier.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adat istiadat yang rumit pada sebagian masyarakat juga turut berperan menyebabkan sulitnya menyegerakan nikah meskipun peminangan telah dilakukan. Di antaranya adalah larangan untuk menikah apabila ada saudara yang lebih tua belum menemukan jodohnya. Pada sebagian masyarakat ada jalan keluarnya yaitu berupa pemberian hak kepada yang dilangkahi untuk meminta ganti rugi sesuai yang dikehendakinya. Namun acapkali ini pun mempersulit proses pernikahan karena beratnya "kewajiban" yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda : "Hai Ali, tiga perkara yang hendaknya jangan ditunda-tunda: shalat apabila telah datang waktunya, jenazah manakala sudah siap penguburannya, dan perempuan (gadis maupun janda) apabila telah datang pinangan laki-laki yang sepadan dengannya." (HR. Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak pada Hadits ini, hendaknya jarak antara peminangan dan pelaksanaan akad nikah tidak terlalu jauh. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan, Allah memberikan banyak keindahan dan kemuliaan. Seorang wali tidak boleh menunda-nunda pernikahan perempuan yang berada di bawah perwaliannya meskipun ia baru saja menikahkan perempuan lain yang juga berada di bawah perwaliannya. Tegasnya, tidak ada alasan baginya untuk menolak menikahkan anak perempuannya jika jodoh yang sepadan memang telah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat dari Syekh Abdullah Nashih Ulwan: "Tetapi pada keadaan tertentu, ada seorang wali yang melarang pernikahan anak perempuannya dan mendiamkan calon suaminya dengan pendiaman yang membingungkan tanpa kejelasan sebab yang dibolehkan syariat di dalam larangannya. Dalam keadaan seperti ini, seorang perempuan boleh mengangkat perkaranya kepada seorang qadhi (hakim). Jika qadhi menilai sebab yang diajukan untuk melarang pernikahan itu tidak masuk akal, dia dapat memerintahkan pernikahannya.  Jika sang wali tetap enggan menikahkan, qadhilah yang menikahkan dia dengan orang yang telah meminangnya dan tidak mempedulikan wali nasab pada saat itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw.: "Jika mereka saling berdebat, sulthan (penguasa muslim)adalah wali bagi orang yang tidak mempunyai wali."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya pernikahan, sampai-sampai Allah berjanji akan mencukupi dari keutamaan rezeki-Nya apabila orang yang dinikahkan itu fakir. ? berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki maupun hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya (yughnikumullah min fadhlihi). Dan, Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (an-Nuur: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Rasulullah: "Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah." (HR. Thabrani). Lalu, jika bukan golongan Rasulullah, termasuk golongan siapakah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas r.a., Rasulullah al-ma'shum bersabda: "Barangsiapa mempunyai anak perempuan yang telah mencapai usia dua belas tahun, lalu ia tidak segera mengawinkannya, kemudian anak perempuannya tersebut melakukan suatu perbuatan dosa, maka dosanya ditanggung oleh dia (ayahnya)." (HR. Baihaqi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, jika kita perhatikan, perbuatan dosa-dosa itu adalah yang berkaitan dengan dorongan-dorongan gharizah (naluri) untuk bersahabat dengan lawan jenis. Sedang saat ini, yang diharapkan adalah kepekaan ayah untuk cepat tanggap terhadap apa yang dirasakan oleh anak gadisnya.             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang sangat terkenal, Rasulullah bersabda, "Jika datang kepada kalian (wahai calon mertua) orang yang kalian sukai (ketaatan) agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia (dengan putrimu). Sebab jika kamu sekalian tidak melakukannya, akan lahir fitnah (bencana) dan akan berkembang kehancuran yang besar di muka bumi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad saw. pernah mengingatkan, "Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. juga mengingatkan bahwa, "Sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan." Mudah-mudahan Allah menolong kita dan tidak mematikan kita dalam keadaan masih membujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ada hal yang merintangi, mempercepatnya adalah lebih baik bagi keluarga wanita. Mempercepat proses pernikahan termasuk salah satu kebaikan dan lebih dekat dengan kemaslahatan, barakah dan ridha Allah. Insya Allah pertolongan Allah sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan melimpahkan ridha-Nya kepada orang yang menyegerakan nikah. Mereka yang menyegerakan nikah atau membantu orang untuk menyegerakan nikah, insya Allah akan mendapat rahmat dan perlindungan Allah kelak di yaumil-akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana dalam proses dan sederhana dalam pelaksanaan merupakan jalan besar menuju keuarga yang barakah, sakinah, mawaddah wa rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang mempersulit proses pernikahan dapat membuka pintu-pintu madharat. Mempersulit proses pernikahan melapangkan jalan fitnah dan mafsadah (kerusakan) masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fitrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan menikah (kebutuhan terhadap seks) merupakan fitrah dan naluri kemanusiaan, seperti misalnya perasaan cinta untuk memiliki dan naluri akan kebutuhan terhadap makan dan minum. Jika seseorang fasik dan pendosa, maka ia akan memuaskan dorongan seksualnya dengan melakukan perbuatan zina tanpa mempedulikan akibat, petaka dan bahaya yang akan menimpanya. Sedangkan bagi orang yang bertakwa dan menjaga kehormatan farjinya, hal ini merupakan siksaan yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan alamiah untuk mempunyai teman hidup yang khusus ini telah menyita konsentrasi. Daya serap terhadap ilmu tidak tajam. Apalagi untuk shalat, sulit merasakan kekhusyukan. Barangkali itulah sebabnya Rasulullah Muhammad saw menyatakan, "Shalat dua rakaat yang didirikan oleh orang yang menikah lebih baik dari shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan satu bentuk ibadah kedekatan kepada Allah. Dengan pernikahan, kaum beriman akan mendapatkan pahala dan balasan jika niatnya ikhlas, keinginannya benar, dan maksudnya dengan pernikahan untuk menjaga dirinya dari perbuatan haram serta tidak dilandasi dengan dorongan nafsu kebinatangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjadikan pernikahan untuk tujuan pemenuhan dorongan instink dan syahwat seksual. Kalau bukan karena syahwat yang menggelora di dalam diri setiap laki-laki dan perempuan, maka siapa pun tidak akan pernah berpikir untuk menikah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah membangun keluarga muslim yang terhormat, dan menyemarakkan dunia dengan keturunan dan anak-anak yang saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dengan menikah, maka dengan berhubungan intim akan mendapat pahala shalat Dhuha. Kalau Anda meremas-remas jemari isteri dengan remasan sayang, dosa-dosa Anda berdua berguguran. Kalau Anda menyenangkan isteri sehingga hatinya bahagia dan diliputi suka cita, Anda hampir-hampir sama dengan menangis karena takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menggembirakan hati seorang wanita (istri), seakan-akan menangis karena takut kepada Allah. Barangsiapa menangis karena takut kepada Allah,  maka Allah akan mengharamkan tubuhnya dari neraka." Bahkan pahala yang didapatkan ketika bersetubuh dengan isteri bisa mencapai tingkat pahala mati terbunuh dalam perang di jalan Allah.&lt;br /&gt;Jika saat menikah istri meniatkan untuk mencapai keselamatan agama dan menjaga kehormatan farjinya, insya Allah yang demikian ini dapat membawa orangtuanya kepada keselamatan dunia akhirat. Bukankah kalau seorang anak perempuan melakukan perbuatan dosa karena tidak dinikahkan oleh ayahnya pada saat ia seharusnya dinikahkan, dosa-dosanya akan ditanggung oleh ayahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah bersabda, "Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiga anugerah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah memberi tiga anugerah pernikahan kepada manusia, yaitu :&lt;br /&gt;Pertama, isteri merupakan manusia mulia yang diciptakan Allah dari tanah yang sama dengan laki-laki. Jadi wanita merupakan bagian dari laki-laki yang mempunyai tingkat dan kemuliaan yang sama dan sederajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pernikahan merupakan wujud ketenangan dan kedamaian psikologis yang dirasakan seorang laki-laki ketika ditemani isteri yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ikatan cinta dan kasih yang dengannya, Allah mengikat hati suami dan isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa seorang pendamping yang dapat membantunya bertakwa kepada Allah, hati dapat terombang-ambing ghariza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang akan menambah keselarasan dan kemesraan keluarga berawal dari istri yang menyejukkan ketika dipandang. Sejuknya pandangan karena istri menghiasi dirinya dengan dua hal, yaitu perhiasan batin dan perhiasan zahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhias secara zahir terutama baik untuk tiga waktu: ketika suami akan bepergian, ketika suami datang dari bepergian serta ketika berangkat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang shalihah: jika diperintah suaminya ia patuh, jika dipandang membuat suaminya merasa senang, jika suaminya bersumpah membuatnya merasa adil, jika suaminya pergi ia akan menjaga dirinya dan harta suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menikahi seorang wanita karena ingin menutupi (kehormatan) matanya, membentengi farjinya, dan mepererat tali silaturahmi, maka Allah akan memberikan barakah-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw, "Wanita yang paling barakah dan mendapat anugerah Allah adalah wanita yang paling murah maharnya, mudah menikahinya dan baik akhlaknya. sedangkan wanita yang celaka adalah wanita yang mahal maharnya, sulit menikahinya dan buruk akhlaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAMPAK MEMPERSULIT PROSES PERNIKAHAN : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyebabkan pembandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menimbulkan keraguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melemahkan kesediaan untuk berjuang bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengeraskan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya terhambatnya akan nikah karena keluarga wanita mempersulit proses pernikahan. Adakalanya, kedua pihak tidak mempersulit proses, tetapi mereka menjumpai kesulitan-kesulitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, membuat orang merasa terhalang dan dihambat. Yang kedua, insya Allah dapat memperkokoh ikatan ketika keduanya merasa mendapat tantangan yang harus disikapi dengan baik, arif, bijaksana dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membedakan antara segera dan tergesa-gesa? Rasulullah menasihatkan, "Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menikah begitu banyak keutamaannya, maka apa yang masih dapat mempersulit pernikahan? Bukankah menghalangi pernikahan merupakan dosa besar? Bukankah azab Allah sangat keras?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Firman ? Swt.: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir." (Q.S. Ar-Rum[30]; 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang pernikahannya barakah, insya Allah kelak termasuk orang-orang yang di Hari Akhirat dikumpulkan Allah bersama orangtua dan keturunan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau telah kuat tekadnya ('azzam), mudah-mudahan Allah menyegerakan terlaksananya pernikahan yang barakah dan dipenuhi ridha-Nya, amiiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari milis Kajian Lepas Kerja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110897501939260958?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110897501939260958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110897501939260958' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110897501939260958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110897501939260958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/02/pernikahan-sebagai-mitsaqan-ghalizha.html' title='Pernikahan  sebagai Mitsaqan-Ghalizha'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110749618637707207</id><published>2005-02-03T21:31:00.000-08:00</published><updated>2005-02-03T21:49:46.376-08:00</updated><title type='text'>@#$%$@#</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Kamu menangis Ra'?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu selalu terngiang bahkan terucap saat tergambar kesalahan ataupun kesedihan yang terjadi tanpa sengaja.Kapan dan siapa yang berucap, aku pun sudah berusaha melupakannya. Namun, dari balik dinding kamar kos-an semasa kuliah dulu, seperti masih merekam berbagai peristiwa belasan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak sadar, ternyata aku masih menyimpan goresan nama itu. Air matapun masih menggenang saat mengingatnya di bis kota, perjalanan ke luar kota, di meja kerja ataupun ditempat-tempat yang tak sengaja kumaki diri atas kebodohan ini. Cengang memang. Tapi, itulah aku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurutuk kebodohan ini hingga datang nama-nama lain, tak terperi betapa dahsyatnya perlawanan melupakan sesuatu yang seharusnya hilang dari ingatan. Bersendikan luka hati kuterbenam pada masa lalu, sejajar dengan keinginanku bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@@$$$$$&amp;&amp;&amp;&amp;%%%%%%@######********ZDRVUU#%Y((^%#@^    &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110749618637707207?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110749618637707207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110749618637707207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110749618637707207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110749618637707207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/02/blog-post.html' title='@#$%$@#'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110611742690824636</id><published>2005-01-18T22:38:00.000-08:00</published><updated>2005-01-18T23:17:47.820-08:00</updated><title type='text'>Dari Bilik Masjid 1</title><content type='html'>MENJEMPUT JODOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah merasa gelisah ketika pada malam-malam yang sepi tidak ada teman yang mendampingi, inilah saatnya bagi anda untuk menikah. Jika anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya anda perlu hidup berdua. Jika anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan, itulah saatnya anda menguatkan hati untuk meminang. Hanya dua kalimat yang perlu anda persiapkan untuk meminang; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; bila diterima dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;allaahu akbar &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;bila ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, mencari jodoh tidak selalu mudah. Seorang ikhwan yang sudah besar harapannya untuk bisa segera melangsungkan pernikahan, masih saja belum bisa menemukan wanita yang bisa mendampinginya mengarungi kehidupan. Padahal usianya sudah menginjak tiga puluh lima, pekerjaannya sudah cukup memadai. Akan tetapi, mencari jodoh ataupun menjemput jodoh tidak semudah mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kurang dari sahabat kita sehingga begitu sulit menemukan jodoh? Pahami langkah-langkah yang dituturkan ustadz muda lulusan Universitas di Yordania, Ustadz Ali Hasan Bahar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama, amalkan sesering mungkin surat Al Furqon ayat 74 yang berisi do’a setiap selesai shalat. &lt;em&gt;Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa zurriyatinaa qurrotan a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa&lt;/em&gt;. Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami, keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah  imam bagi orang-orang yang bertakwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua, setiap muslim wajib membantu saudaranya mendapat jodoh, jangan menghalang-halanginya. Firman Allah dalam surat ar Rum:21; &lt;em&gt;Wa min ayatihi an kholaqo lakum min anfusikum azwajaan litaskunuu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddatan wa rohmah. Inna fii dzaalika la aayati liqoumii yatafakkaruun&lt;/em&gt;. Artinya, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenis-jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yg demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawaddah merupakan cinta yang terjadi pada kedua belah pihak sedang rahmah mungkin hanya cinta yang terjadi dari salah satu pihak. Tetapi apapun itu, kita lihat bahwa tanda-tanda kebesaran Allah antara lain menjadikan pasangan-pasangan dari jenisnya sendiri. Kita tidak bisa bayangkan kalau Allah menciptakan pasangan bagi manusia dengan pohon palm (&lt;em&gt;wa min ayatihi an kholaqo lakum min anfusikum ajwajaa).&lt;/em&gt; Maka, dosa besar orang yang menghalang-halangi saudaranya yang akan mendapat jodoh. Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk saudara-saudara kita agar mendapat pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada tetangga melahirkan, kita disunahkan untuk memberikan tahni’ah ucapan selamat. Ketika diundang dalam pernikahan dalam Islam wajib hukumnya datang. Islam mengajarkan shalat jama’ah, shalat jum’at. Dari tempat-tempat yang dianjurkan datang ini, bisa terjalin obrolan-obrolan yang secara tidak langsung bisa mengarah pada upaya mendapat jodoh ataupun memudahkan mereka untuk menjadi “biro jodoh” bagi saudaranya yang belum berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga, tidak boleh menunda-nunda. Ibarat orang yang memiliki uang Rp 15 juta, ada yang menawarkan tanah langsung dibeli, takut-takut harga tanah akan naik. Begitu pula dengan jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda, “Ada tiga hal yang tidak boleh ditunda-tunda; shalat pada waktunya, jenajah kalau sudah siap dikebumikan, seorang wanita kalau sudah mendapatkan pasangan yang pas untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa bayangkan seandainya ajaran Islam melaknat umatnya yang belum menikah. Firman Allah; “Kami tidak utus engkau  wahai Muhammad kecuali untuk rahmat semesta alam." Banyak sekali rahmat dari agama Islam, diantara masalah jodoh. Jadi, barang siapa yang bisa menjadi perantara bagi saudaranya untuk menikah dia berati sudah membangun rumah di sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jodoh memang harus dijemput. Tidak ada pasifisme, tidak ada patalisme dalam Islam. Dan, ingat! Setiap langkah serius yang kita ayunkan, Allah pasti akan membantu. &lt;em&gt;Siapa yang bersikeras semangat juangnya berada di jalan Ku untuk mendapat petunjukKu aku akan berikan petunjukKu, aku akan mudahkan apa yang dia inginkan&lt;/em&gt;,” tegas Ust Ali seraya mengutip salah satu ayat al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari tiga hal yang sudah ditaqdirkan Allah, yaitu rezeki, ajal dan jodoh, tidak boleh disertai sikap pasifisme dan fatalisme. Semua itu ada ihktiar dan syar’inya dalam Islam. Kalu benar-benar beriman, setiap gerak dan niatnya pasti akan mendatangkan pahala dari Allah. Sebaliknya, orang yang paling bodoh, niatnya saja mendapat murka Allah… apalagi bergerak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pilih pacaran atau khitbah?&lt;/strong&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah) oleh orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan,” begitu Rasulullah bersabda sebagaimana disebutkan oleh Thawus dari Ibnu Abbas ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak perlu pembuktian panjang lebar untuk menunjukkan betapa indahnya pernikahan dimata orang-orang yang saling mencintai. Sepanjang sejarah, banyak peristiwa mengharukan karena besarnya keinginan orang yang mencintai untuk menikah. Pernikahan tampak begitu indah bagi orang yang belum menikah. Tapi jangan lupa, cinta yang hakiki adalah ba’da ijab qabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang ulama besar bernama Ibnu Hazm, beliau mempunyai satu kitab yang berhubungan dengan cinta. Judul bukunya Thouqul Hamamah. Dia mengatakan, seorang fakih berbicara tentang cinta, cinta itu memberikan kekuatan. Bagaimana dengan pacaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Islam telah menjelaskan bahwa manusia diciptakan berpasangan, jadilah lelaki yang bersikap kesatria (gentle). “Kalau mencintai jangan tanggung-tanggung, menikahlah segera. Wanita dididik agar tidak menjadi barang yang mudah disentuh kaum laki-laki. Kalau mau, boleh membeli dengan ijab qabul. Kalau masih nanti-nanti, lakukan  khitbah, tapi tidak boleh lebih dari dua tahun. Karena, kalau masa khitbahnya terlalu panjang, dikhawatirkan akan lahir sesuatu yang tidak terkendali pada akhirnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskannya lagi, pacaran merupakan produk impor. Terbukti memang pacaran datang dari barat, karena mereka susah untuk menikah. Di dalam Islam tidak ada, istilah pacaran. Para Ulama pun sepakat mengatakan, tidak ada cinta setelah ijab qabul, sebelumnya masih gombal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda nabi Muhammad SAW, &lt;em&gt;“Wanita paling buruk adalah yang paling mahal maharnya&lt;/em&gt;.” Jadi pernikahan dalam Islam ada tendanya. Lalu, bagaimana menentukan kriteria laki-laki yang dinikahi atau pun perempuan yang dinikahi? Pertama, harus perempuan dan laki-laki yang shaleh/shalehah. Sabda Rasulullah, “ Siapa yang datang kepada kalian perempuan yang ingin meminang putri-putri kalian yang kalian yakin dengan akhlak dan agamanya, jangan ditunda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan wanita. Berhati-hatilah dengan Hodro’ubiman. Nabi mencotohkan  Hodro’ubiman dengan pepohonan besar yang berasal dari tempat kotor. Maksudnya, jangan memandang calon istri hanya kecantikannya saja. Kecantikan tidak segalanya, berapa banyak orang tertipu karena kecantikan wanita ataupun ketampanan laki-laki. Perceraian sekarang ini banyak terjadi, karena laki-lakinya tidak shaleh dan  perempuannya tidak shalehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah sedikit minta cerai, ngamuk sedikit mau mencerai, karena  tidak melihat agama yang bagus. Akhirnya rumah tangga rentan, tidak awet. Tetapi mereka yang membangun rumah tangga atas pilihan keshalehannya, mampu menjaga hati dengan ikhlas. Istri yang shalehah dimarahi suami, cukup mengingatkan, “Ah papa kalau marah jelek banget,” seraya berujar, “Ayo Pa shalat jam’ah sudah waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang dibangun atas pilihan tingkat keshalehan seseorang akan memberi ketenangan pula pada tetangga-tetangga sekitarnya. Ba’da magrib terdengar lantunan ayat suci al Qur’an, ketika pagi suaminya bekerja dilepas dengan senyum dan cium tangan, lalu sang istri mendoakan semoga suaminya keluar dari rumah ini dengan tujuan yang baik, ditempat kerja mendapat yang baik, kembali ke rumah pun dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan, kecantikan dan agama yang menjadi pilihan seseorang menentukan kriteria pasangan, Nabi Muhammad jelas lebih menekankan pada agama. “Siapa yang sudah mendapat pasangan dengan agamanya bagus, insya Allah tangan kamu akan bersih, karena ketika kita bicara pernikahan berarti bicara masa depan umat manusia. Rumah tangga kita adalah bagian kecil dari komunitas yang besar. Kalau setiap rumah tangga sudah tidak nyaman, percayalah pasti masyarakat yang ada di dalam pun tidak akan merasa nyaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang bercerita tentang tunangan, Nabi pernah bercerita pada sahabatnya, “Utuslah orang-orang kita untuk melihat bagaimana calon yang kamu sukai.” Sebagai laki-laki, tentunya tidak mau seperti membeli kucing dalam karung. Perempuan juga tidak mau dapat kucing garong. Caranya bagaimana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silaturahmi yang bagus. Ketika ada undangan perkawinan, keluarga-keluarga diundang, disini kita lihat tidak ada wanita mengungkapkan ketertarikannya, tetapi dengan penuh penghormatan jangan kepada sembarang orang. Dia harus pikirkan perasaannya tersebut pada orang yang shaleh yang bisa menjaga amanah jangan sampai nanti disebarkan ke mana-mana. Hanya boleh mengutarakan pada rekan yang diyakini  ketakwaan dan keimannya sehingga mampu menjaga kehormatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jodoh dan kelanggengan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT Maha Rahman Rahim  dan Muhammad SAW Ro’ufun Rohim diutus sebagai rahmah,  harus diyakini bahwa semua yang dibawanya akan memberi manfaat bagi kita. Nabi Muhammad sudah meninggalkan kita, Allah SWT tidak butuh pada kita, tapi Dia sayang pada kita. DiberikanNya aturan-aturan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang terbukti, mereka-mereka di negara barat akan mengadopsi konsep rumah tangga idaman Islam. Karena mereka sudah pusing, bapak mereka dimana, ibu mereka dimana, tidak tahu keluarga dimana. Sekarang mereka berpikir ternyata konsep yang mampu menjaga kesolidan masyarakat, satu negara harus dimulai dari rumah tangga, tidak ada konsep yang paling jitu sebagaimana konsep yang dibawakan Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi jodoh dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya pasangan. Budaya kita kemudian ada mengartikan yang namanya jodoh berarti yang sampai meninggal.  Sementara, jodoh dalam bahasa al Qur’an adalah jaudz, adzwaj. Di dalam surat al Ahzab ayat 37, ada peristiwa pernikahan Zaid bin Haritsah. Diceritakan bagaimana Zaid harus bercerai dengan istrinya Zainab, seorang bangsawan dari Quraisy. Zaid merupakan budak Nabi Muhammad sekaligus anak angkat Rasulullah SAW, sehingga ada yang menyebut Zaid bin Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman dulu terjadi thalaq saja bingung. Apalagi, Zaid dinikahkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, tapi umur pernikahannya pun tidak berlangsung lama. Setelah terjadi perceraian, Rasulullah diwahyukan untuk menikahi mantan istri Zaid. “Jangan dipikir menjadi Nabi itu enak, kalau kita nanti disuruh menikahi mantan istri budak kita. Apa yang terekam dalam pikiran kita?” cetus Ust Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al Ahzab ayat 37 ini berkaitan dengan ajaran Islam yang mencoba mengikis habis sistem adopsi anak. Nabi memungut Zaid, kemudian orang mengatakan Zaid bin Muhammad. Islam tidak pernah menyebutkan yang namanya anak pungut menjadi anak kandung dan berhak mendapat warisan dan seterusnya. Untuk mengikis habis adat Zahiliyah ini, tidak tangung-tanggung Nabi Muhammad disuruh menikahi mantan istri Zaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang namanya jodoh, langgeng atau tidak langgeng Allah yang menentukan. Tidak berarti, jodoh tidak langgeng itu bukan jodoh. Mungkin selama 25 tahun membina rumah tangga, ternyata bubar, kemudian masing-masing suami istri mendapat jodoh kedua. &lt;em&gt;Waallaahu a’lam bi shawab.&lt;/em&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam  melarang umatnya menikahi perempuan musyrik. Ketentuan bahwa  laki-laki muslim boleh  menikahi perempuan ahlul kitab, ungkap Usta Ali Hasan Bahar, meskipun tidak dianjurkan tapi masih terjadi perdebatan, apakah yahudi nasrani masuk dalam ahlul kitab. Kerena kitab mereka sudah tidak otentik lagi, tidak seperti ahli kitab yang ada di madinah di zaman Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk dari penggalan ayat Al Qur’an, “…..&lt;em&gt;wal muhsonati mina ladzinna ahlull kitab&lt;/em&gt;”, Mereka yang boleh dinikahi dari ahli kitab adalah wanita yang muhshonat, yang bisa menjaga kehormatannya. Sebaliknya, tidak ada ketentuan wanita boleh menikah selain dengan muslim. Pasalnya, lelaki adalah kepala rumah tangga ketika menikah. Sebagai kepala rumah tangga, di dalam ajaran Islam, laki-laki harus menjadi laki-laki yang shaleh. Artinya, dia takut pada Allah, mencintai Nabi Muhammad utusan Allah dan dia mengetahui dengan pasti wanita yang ada di bawah pimpinaannya adalah hamba allah yang harus mendapatkan hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Poligami disukai laki-laki, dibenci wanita?&lt;/strong&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa kaum laki-laki sebagai pengikut Rasulullah SAW antara lain membesar-besarkan poligami. Karena pada prakteknya, poligami yang dilakukan kaum laki-laki belakangan ini tidak sesuai dengan sunah Rasulullah, sehingga sebagian besar para wanita takut dengan poligami. Oleh sebab itu dalam Al Qur’an, selalu diingatkan bahwa nabi-nabi harus beriman. Dalam surat an Nur dijelaskan, laki-laki diperintahkan menjadi laki-laki yang shaleh dan wanita pun diperintahkan menjadi wanita yang shalehah, sehingga kalau kita mempelajari poligami dalam Islam, benar-benar sudah disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW melakukan poligami bukan dengan wanita muda. Contohnya, ketika ditengah peperangan sudah selesai, Nabi Muhammad SAW melihat seorang wanita tengah menangis lalu banyak anak-anak kecil memeluknya. Nabi kemudian bertanya kepada wanita itu, “Kenapa anda menangis, dimana suami anda?” Si wanita menjawab, “Suami saya gugur di medan perang, saya tidak tahu bagaimana harus memberi makan pada anak-anak saya. Nabi Muhammad pun berkata, “Saya ingin menjadi suami kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa manusiawi sekali. Masih adakah lelaki seperti ini? “Untuk wanita yang tidak menerima poligami, itu hak dia. Tetapi saya ingatkan, coba fahami poligami dengan sebenar-benarnya, jangan sampai anda membenci sesuatu yang sebenarnya tidak usah anda benci. Karena kesalahan orang-orang yang mempraktekan poligami dengan tidak benar. Di Perancis sedang gencar-gencarnya poligami karena sudah terlalu banyak wanita yang sendirian. Tetapi ingat, harus laki-laki yang benar laki-laki. Bukan laki-laki yang seperti binantang,” papar Ust Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan prilaku suami yang berpoligami bersikap tidak adil dan menunjukkan kertidakadilannya? Rasulullah menegaskan dalam salah satu hadisnya, mereka yang bersikap tidak adil terhadap istri-istrinya di akhirat nanti jalannya akan terlihat pengkor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita yang tetap tidak menerima poligami, pelajari lagi suri tauladan Rasulullah pada istri-istrinya. Di tengah-tengah peperangan dengan istri-istri mantan musuhnya, Rasulullah tetap memiliki rasa sayang. Tidak tangung-tanggung, rasa sayang itu direalisasikan dengan bentuk pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saya umpamakan, kira-kira poligami seperti boderek. Kalau sakit kepala, jangan minum boderek terlalu banyak. Kalau tidak sakit kepala, jangan minum boderek. Karena apa? Ini harta Allah SWT yang akan memberikan keturunan, mampu tidak kita menjaga keturunan kita dari istri tua dengan istri muda dengan saling menyangi. Pernikahan tujuannya, sakinah, mawaddah wa rahmah. Jangan sampai ada pernikahan yang tidak mengarah pada tiga hal ini. Artinya, seseorang yang melakukan itu sedang tertipu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi paling membenci kalau ada permusuhan. Terlebih, bila ada orang yang salah menggunakan poligami sehingga dia menuruti kantong permusuhan berkepanjangan. Permusuhan melahirkan penyakit hati. “Jangan sampai ada wanita takut menikah karena takut poligami. Ciptakan rasa aman, bagaimana menjadi seorang suami yang shaleh, bertanggungjawab, sehingga seorang istri tidak pernah merasa takut dikhianati, mendapat haknya, juga melaksanakan kewajibannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Pengajian Petang Pulang Kantor (P3K)&lt;br /&gt;di Masjid Sunda Kelapa, 12Jan'05 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110611742690824636?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110611742690824636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110611742690824636' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110611742690824636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110611742690824636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2005/01/dari-bilik-masjid-1.html' title='Dari Bilik Masjid 1'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110239269032750042</id><published>2004-12-06T20:04:00.000-08:00</published><updated>2004-12-07T20:21:22.813-08:00</updated><title type='text'>IBRAH 2</title><content type='html'>Ciputat,5 Desember 2004 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak pernah terpikir bakal mencari barang berharga diantara timbunan sampah basah dengan bau menyengat. Sesuatu yang mustahil kutemukan, ternyata bisa kembali. Subhanallah….Allah ternyata sayang banget sama aku.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari undangan pernikahan anak ibu asrama semasa di PGA kemarin, tiba di depan rumah aku kaget melihat isi tempat sampah kosong. Padahal sebelum berangkat dengan “kehati-hatian” aku letakkan sandal-sandal di dalam tempat sampah berbentuk kawat berjaring itu dan kuselipkan kunci rumah diantara tumpukkan sandal. Karena waktu sudah menunjukka pukul 2 sore, aku pikir tukang sampah hari minggu ini tidak bakal mengangkut sampah, jadi aku letakkan pula keresek atau kantong pelastik yang berisi sampah rumah diatas sandal-sandal dalam tempat sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, keresek sampah itu aku ikatkan di pagar rumah mengikuti tradisi tetangga sebelah, agar tukang sampah tidak perlu masuk ke dalam rumah. Tetapi kali ini keresek sampah ini aku letakkan di atas tempat sampah yang berisi sandal-sandal dan kunci rumah. Memang tak salah. Kemudian, tempat sampah itu kuletakkan di pojok teras. Aku tinggalkan kunci, karena khawatir pulang agak malam sementara kakak perempuanku lupa membawa kunci sewaktu keluar rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan bertemu teman-teman lama, berkangen-kangenan tentunya, nggak pernah terpikir kalau setibanya di rumah aku hanya bisa terduduk lemas melihat tempat sampah itu telah kosong….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sial, kenapa sih tukang sampah berani-beraninya mengambil sampah di dalam. Nggak tau apa kalau barang-barang yang ada di dalam itu masih bagus, masih bisa dipakai. Nggak tau apa kalau di dalamnya ada kun….” Beribu caci maki gak sadar aku tujukan kepada tukang sampah yang jadual angkutnya memang susah ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah gontai aku keluar mencari informasi di mana rumah tukang sampah itu tinggal. Rumah tukang sampah itu ternyata di sebuah rumah petak tidak jauh dari rumahku. Rumah kecil dan tampak kurang terawat itu masih dipenuhi timbunan sampah hasil ‘razia’nya setiap hari. Saat aku datang pukul 17.00 itu, gerobak sampah yang diambil siang hari sebagian sudah dibakar dan sebagian masih mengendap, sementara barang yang dianggap masih laik pakai sepertinya sudah dipisah-pisahkan. Aku lihat sandal ku ada di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalammu’alaikum…Bang Muslihnya ada?” Aku bertanya pada seorang ibu yang sedang membuat anyaman sumbu kompor yang kupastikan ini rumah tukang sampah yang namanya baru aku tahu detik itu juga. Mendengar namanya disebut, tak lama muncul lelaki setengah baya dengan memakai celana kolor warna abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa neng..?” cetusnya. Bla…bla..bla.. aku ceritakan kalau aku nggak bisa masuk rumah karena kuncinya terbawa diantara tumpukan sampah. Tanpa ba-bi-bu lagi, Bang Muslih lalu mengorek-ngorek sampah basah dengan tangannya tanpa alas sama sekali. Mencoba mengenali dimana barang-barang bekasku yang masih ada di gerobak sampah, setengah jam mencari kunci, aku hanya mempunyai harapan tipis. Kecil kemungkinan sebuah kunci akan bisa ditemukan. Bagaimana kalau kunci itu sudah dibuang di tempat lain? Bagaimana kalau kunci itu ternyata jatuh di jalan? Bagaimana kalau kunci itu tidak bisa terlihat karena bentuknya yang kecil? Bagaimana kalau….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dan bagaimana terus bergelayut dalam pikiranku. Bukan membantu Bang Muslih mengorek sampah, aku malah ngeloyor pergi. “Udah deh Bang…sepertinya susah nemu kunci di tumpukan sampah basah ini,” ujarku seraya mohon pamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya pulang dulu aja, nanti saya cari pasti ketemu,” cetus Bang Muslih yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan seorang tukang sampah ternyata ada benarnya juga. Tepat adzan magrib, Bang Muslih datang ke rumah teman dimana aku tinggal sementara menunggu adik yang janji datang membawa kunci cadangan. “Assalammu’alaikum… tadi saya lihat di rumah neng ini tidak ada, jadi saya pikir pasti ada disini. Ini kuncinya ketemu,” ucap Bang Muslih dengan wajah lugunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah….tahukah dia.. sebelum dia datang kami sempat bersu’udzhon, tapi setelah dia menemukan kunci itu pandangan kami berubah. “Ternyata Bang Muslih itu tukang sampah yang jujur ya..” cetus teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih Bang Muslih,” ucapku seraya memanjatkan puji syukur pada Tuhan dan memohon ampun karena telah terseret dalam prasangka yang tak tentu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang menuju rumah, membuka kunci dengan rasa haru, aku seperti diingatkan kembali bahwa nasibku selalu jauh lebih baik dari orang lain. Ketika berteduh di rumah teman tadi, aku mendengar keluhan teman yang baru saja kecopetan di kereta. Sementara, aku belum pernah kecopetan dengan uang sebanyak itu. Uangnya hilang tak kembali, tapi kunciku hilang bisa kembali. Begitu pula ketika handpone dan cincin emas putihku hilang, semua bisa kembali dengan kuasa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah….aku tersungkur di atas sajadah ini. Ternyata Engkau begitu mencintaiku, sementara aku dengan sengaja telah menciptakan jurang kedekatan dengan-Mu. Ampuni hamba-Mu yang sombong, yang mudah lelah dan lalai untuk berlama-lama dekat dengan-Mu. Ampuni hamba yang ingkar dengan segala janji untuk selalu bisa berdua dengan-Mu. Teguhkan iman hamba meraih bahagia, meraih ridha-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110239269032750042?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110239269032750042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110239269032750042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110239269032750042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110239269032750042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2004/12/ibrah-2.html' title='IBRAH 2'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110239177127987738</id><published>2004-12-06T19:48:00.000-08:00</published><updated>2004-12-06T19:56:11.280-08:00</updated><title type='text'>berbagi pengalaman 1</title><content type='html'>Al Azhar, 26-27 Nopember 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam minggu di pake acara muhasabah asyik juga. Tapi Mabit ato mahasabah bina tauhid (mungkin gini artiannya) di Al Azhar kali ini gak membludak spt di Masjid BI. Shalat isya jama'ahnya aja cuma ada dua shaf ikhwan/akhwatnya. Tapi sekitar jam 9 malam, satu persatu pesertanya berdatangan. Mungkin karena situasinya malam itu hujan terus menerus, jadi mereka agak terlambat datang. Materi juga baru diberikan sekitar pukul 21.00 - 23.00. Ust. Ugo ngasi ceramah 1001 masalah mengapa takut nikah, dilanjut Ust Yusuf ttg indahnya pernikahan. Cuma karena ust yg satu ini dah tua mirip Bismar Siregar, sound sistemnya juga rada rusak, pas session kedua ini lebih enak ngobrol n becanda  ma temen aja...:)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah ceramah ada pengelompokan ta'aruf dgn seluruh peserta yang di kelompokku lebih banyak datang dari Tanjung Priuk. Peserta kebanyakan masi mahasiswa, muda-muda, sptnya banyak dari anggota PKS, guru, ada juga keluarga yg bawa anak-anaknya untuk ikut qiyamul lain di masjid.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, setelah tidur barang dua jam, sekitar pukul 3.00 pagi kita shalat tahajud berjama'ah. Wuah...imamnya baca surat al Qur'an puanjaaaaaaaang banget, sampe banyak yg gak kuat berdiri lama. Palagi pas witir, di rakaat ketiga terakhir selepas ruku' baca doa qunut ampe puanjanggggggg banget, kalo yg tau artinya pada nangis nguks..nguks...pokoknya riuh rendah tangisan deh. Jujur aja, kalo pake bahasa arab gitu aku gak bisa hanyut ikut nangis. Lafadz bahasa arab imam emang melagukannya buagus banget! Aku aja sampe terpesona waktu denger dia baca surat ar rahman dalam rakaat shalat, ada juga makmum yg sampe nangis. Aku nunggu bulu kuduk merinding denger ayat al qur'an kok gak bisa ya?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pas pembacaan doa...lagi-lagi pake bahasa arab. Emang campur sih ma bahasa Indonesia, tapi kurang nyangkut dengan mahasabah peserta yang niatan datang untuk memantapkan niat menikah atau mendapat jodoh...:) Kan, sesuai tema Mabit.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110239177127987738?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110239177127987738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110239177127987738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110239177127987738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110239177127987738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2004/12/berbagi-pengalaman-1.html' title='berbagi pengalaman 1'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110136151998052809</id><published>2004-11-24T20:46:00.000-08:00</published><updated>2004-11-24T21:55:25.693-08:00</updated><title type='text'>ibrah 1</title><content type='html'>Kemarin, aku mendapat tugas menjadi "baby sitter" keponakanku yg usia 3 tahun di Bekasi. Pasalnya, tetangga yang biasa ngasuh dan menjadi tempat penitipan anak semalama kakakku (suami-istri) ini kerja, sedang sibuk membantu perhelatan tetangga di dekat rumah persis yang tertimpa musibah. Anak kebanggaannya, meninggal dengan cara mengenaskan, tertimpa sengatan kabel listrik di kereta api Jabotabek yang dikemudikannya saat bertugas, karena adanya pohon tumbang jatuh tepat di atas kereta. Innalillaahi wa inna ilaihi roji'un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat, Leon (nama syuhada yang meninggal ini)begitu bahagia merayakan ulang tahun anaknya beberapa waktu lalu di awal Ramadhan. Buah pernikahan yang disemai selama satu tahun ini, tak disangka berakhir tragis. Padahal banyak rencana, yang belum terlaksana. Seperti dituturkan alm Leo pada ibunya usai melakukan sungkem di malam takbiran, ia ingin terus menjaga ibu dan kelima adiknya agar memiliki masa depan yang lebih baik. Belum lagi, harapan besar memberi tempat perlindungan yang layak bagi anak dan istrinya yang saat ini masih satu atap dengan rumah mertua. Uniknya, dua bulan sebelum kematian Leon, ibu mertuanya meninggal pada hari yang sama, selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah berturut-berturut ini tentu saja melahirkan kekhwatiran masyarakat sekitar, takut ada kematian berulang. Menurut warga sekitar, kalau ada kematian di hari selasa selalu bawa orang lagi. Tak ayal, setelah jenazah dimakamkan, masyarakat sekitar langsung mengguyur jalanan tempat lewat jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga. Tapi bukan itu yang ingin aku garisbawahi. Kuasa Allah benar-benar tidak memandang sebelah mata. Usia muda tidak menjadi batasan masih lamanya batasan hidup seseorang. Di usia 28 tahun, Leon sudah menghadap sang pencipta. Banyak pujian yang menceritakan amal baik Leon selama hidupnya. Namun tangis sang istri yang ditinggalkan sepertinya masih tak rela melepas kepergian suami yang dicintainya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jasa almarhum menyelamatkan penumpang kereta dari badai hujan yang menumbangkan pohon di Manggarai, Leon mendapat anugrah bintang anumerta dan kenaikan pangkat berikut gaji pokok tentunya. Tetapi, adakah itu mampu menghapus tangis bocah usia 1 tahun yang tidak pernah tahu dimana bapaknya bersembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, kadang ketika berpapasan di jalan dan bertemu pasangan muda ini, aku pernah iri. Tak segan, mereka menampakkan kemesraan di muka umum. Tak disangka kebahagiaan mereka hanya berumur jagung. Selamat jalan saudaraku...selamat jalan syhuda...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110136151998052809?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110136151998052809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110136151998052809' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110136151998052809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110136151998052809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2004/11/ibrah-1.html' title='ibrah 1'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110119605285174511</id><published>2004-11-22T23:34:00.000-08:00</published><updated>2004-12-07T20:38:11.836-08:00</updated><title type='text'>Cinta yang Tersembunyi</title><content type='html'>&lt;em&gt;Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?&lt;br /&gt;Kenapa kita menangis?&lt;br /&gt;Kenapa kita membayangkan?&lt;br /&gt;Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan.Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba.Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya,Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya &lt;br /&gt;dengan setia.Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa &lt;br /&gt;tersenyum dan berkata 'aku turut berbahagia untukmu'.Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya,tetapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya,melainkan mereka yang yang tetap bangkit ketika mereka terjatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada,cintamu akan tetap di hatinya, sebagai penghargaan abadi di atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sejati mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa....'&lt;br /&gt;Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar....'&lt;br /&gt;Tetap tinggal selamanya ketika kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri....'&lt;br /&gt;Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata 'bolehkah saya masuk?'&lt;br /&gt;Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan....&lt;br /&gt;bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti,&lt;br /&gt;bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa,&lt;br /&gt;bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu &lt;br /&gt;bertahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyakitkan menangis dalam hati daripada menangis tersedu atau mengadu,&lt;br /&gt;air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka di hatimu yang tidak akan pernah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...... dalam cinta, kita sangat jarang peduli,tetapi ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan, cinta tetap mulia, dan kamu seharusnya berbahagia, hatimu dapat mencintai seseorang yang kau sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita,melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila pun kau benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia,bila dia tidak membalasmu, barangkali dia tengah ragu dan mencari,jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu benar-benar mencintai tanpa suatu balasan,&lt;br /&gt;mengapa tak berjuang demi cintamu ? mungkin itulah cinta sejatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, &lt;br /&gt;orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta padamu,&lt;br /&gt;karena takut kau berpaling dan menjaga jarak,dan bila suatu saat ia pergi, kau akan menyadari ia adalah cinta yang tidak kamu sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu,&lt;br /&gt;bila kau memang mencintainya....&lt;br /&gt;meskipun kau tak tahu apakah cinta itu ada juga padanya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110119605285174511?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110119605285174511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110119605285174511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110119605285174511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110119605285174511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2004/11/cinta-yang-tersembunyi.html' title='Cinta yang Tersembunyi'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-110119520698989309</id><published>2004-11-22T23:32:00.000-08:00</published><updated>2004-11-22T23:33:26.990-08:00</updated><title type='text'>HUJAN HARI INI</title><content type='html'>Usai Ramadhan, nafasnya masih membahana di tiap sudut ruang. Namun tak kudapati keghaiban kalbu yang biasa menuntunku tuk berpikir terang. Bukan apa-apa, kalo Ramadhan datang, biasanya ada jiwa latah yang ikut-ikutan mengaji tiap selesai shalat, atau bangun tengah malam untuk berdialog dengan sang pencipta. Apakah masa-masa itu benar akan raib begitu saja seiring bertambahnya hitungan hari, memupus harapan bertemu malam lailatul qodar berganti Syawal, bulan suka-cita, bulan kemenangan. Benarkah ini bulan kemenangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan menyeringai lewat kaca jendela. "Peduli apa aku dengan kemenangan," cetus hujan (mungkin). Yups, mengapa hujan tidak datang saat kami sedang berlapar-lapar dan haus menahan sengatan sinar matahari. Jiwa yang haus dan lapar kini tersiram air hujan. Bening, bila tersiram langsung dari langit. Keruh, saat air hujan jatuh di tempat yang salah, bahkan menjadi bah manakala tersimpan dalam kubangan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh....adakah jiwa-jiwa yang pernah menaruh harapan di Ramadhan lalu sama merasakan, air hujan hari ini adalah cemoohon untuk kita di hari kemarin??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-110119520698989309?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/110119520698989309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=110119520698989309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110119520698989309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/110119520698989309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2004/11/hujan-hari-ini.html' title='HUJAN HARI INI'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8784282.post-109816984667761839</id><published>2004-10-19T01:05:00.000-07:00</published><updated>2004-10-19T00:10:46.676-07:00</updated><title type='text'>BAGAI CEMARA DENGAN BAYANGANNYA</title><content type='html'>BAGAI CEMARA DENGAN BAYANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bagaimana cara menilai dalamnya hati seseorang?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Ini pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Bahkan mungkin tak bisa dijawab sama sekali. Susah. Isi hati seseorang kadang-kadang, bahkan tak seperti apa yang tampak di depan mata. Kita cuma bisa membuat serangkaian praduga. Dan, tak jemu-jemunya kita menyusun praduga demi praduga, walau diujungnya kita tahu pasti, kita sama sekali salah.&lt;br /&gt;            Sesorang bersahabat dengan seseorang lainnya. Bukankah wajar bila ia amat care pada sahabatnya? Bukankah pantas bila ia membagi cerita suka dan dukanya pada sahabatnya? Lalu mengapa mesti menduga ada ‘udang dibalik bakwan’?&lt;br /&gt;            Seorang laki-laki memilih seorang permpuan karena pada pandangan pertama, perempuan itu mnyenangkan dilihat. Soal baik-tidak akhlaknya, laki-laki itu menjawab, itu urusan nanti. Bukankah dalamnya hati tak dapat diduga?&lt;br /&gt;            Lalu, bila laki-laki tadi adalah sahabat  si orang dalam kasus pertama, bagaimana?&lt;br /&gt;            Ya, si A (perempuan) bersahabat dengan B. A bersikap baik kepada B karena merasa B sahabatnya. Tapi B malah ‘menjauh’ dari A, dengan alasan takut ada udang di balik batu. Saya lalu bertanya pada B, bila seandainya benar, memangnya kenapa?            Sepontan B menjawab, “Lha… kalau A itu tipe saya sih, nggak apa-apa.” Tipe yang bagaimana? B ketawa, lalu katanya,”Bagi saya cantik itu penting.”&lt;br /&gt;            Masya Allah, kuping saya serasa terbakar mendengarnya. Jadi sepertinya, ada ‘teori baru’ versi B. dalam prasangka atau praduganya, ia merasa A mengkhianati persahabatan. Tapi ada perkecualian, bila ‘performance’ A bagus, pengkhianatan dibolehkan (bahkan boleh jadi diaharapkan). Alangkah anehnya.&lt;br /&gt;            Dan kembali saya teringat A, sahabat saya yang sangat baik hati tapi juga ‘sangat malang’ itu. Dengan B, berarti sudah kesekian puluh kalinya A ‘tertolak’ bahkan dalam uluran persahabatan.&lt;br /&gt;            Sungguh bukan inginnya A bila ia diciptakan tidak cantik dan berpenyakit. Tapi allah itu Maha Adil, diberikannya kelebihan berupa sifat-sifat supel, suka menolong, perhatian dan A itu cerdas, lho. Satu hal lagi, A tulus hati dan cepat memaafkan. Saking tulusnya, kadang-kadang ia tidak merasa bahwa ia sedang ‘dimanfaatkan’ orang lain, bahkan sahabatnya-sahabatnya sendiri.&lt;br /&gt;            Di depan mata, saya menyaksikan A ‘tertolak’. Satu demi satu orang, bahkan ‘sahabat-sahabat’ perempuannya yang ternyata sudah selesai keperluan dengan A, pergi meninggalkannya sendirian.&lt;br /&gt;            A yang pemaaf cuma terdiam saat emailnya untuk sahabatnya ditolak, saat dibantingi telpon oleh sahabatnya yang lain, saat sahabatnya yang lain menolak bicara ketika ditelepon, saat dihina di depan orang banyak, saat dibentak oleh sahabat perempuannya di depan orang banyak. Lalu A menyisakan semua suka dukanya dalam diam, dalam tangis yang saya pun tak boleh tahu. Saya belum pernah melihat orang setabah itu. Subhanallah.&lt;br /&gt;            Saya lalu ingat kisah gadis penjual korek api. Ia sibuk menjajakan korek api untuk menghangatkan orang lain, tapi ia sendiri mati kdinginan di tengah hujan badai salju. Sendirian. Demi Tuhan, saya tidak rela sahabat saya itu ‘mati’ sendirian.&lt;br /&gt;            Belum lagi saya sempat menolongnya, ia pergi. Jauh. Ia memutuskan untuk melanjutkan S2 nya ke luar negeri. Tiada teman dan sahabat yang tahu. Ia pergi meninggalkan semua luka-lukanya. Entah untuk berapa lama.&lt;br /&gt;            Bertahun kemudian, beberapa sahabatnya baru menyadari bahwa mereka menolak mutiara. Mereka kehilangan dan bertanya-tanya. Lalu anehnya, lagi-lagi mereka membuat praduga-praduga, “Si A kabur gara-gara patah hati.” Lalu, “Iya, keenam adiknya sudah pada menikah. Tinggal dia yang belum. Mungkin ia putus asa.”&lt;br /&gt;            Atau, “Untung dulu aku nggak jadi suaminya. Ngapain capek-capek nikah kalau ditinggal juga ke luar negeri?”&lt;br /&gt;            “Apa sih dicari? Perempuan kok ambisius?”&lt;br /&gt;            “Mana ada laki-laki yang mau sama dia kalau begitu?&lt;br /&gt;            “Iya, lagipula ia pasti pilih-pilih.”&lt;br /&gt;            Masya Allah, itukah yang namanya sahabat? Mengapa justru dari mulut mereka keluar “kalimat manis” seperti itu? Andaikan dapat, ingin kuteriaki pada mereka, bahwa mereka sama sekali salah menilai.&lt;br /&gt;            Lama-lama aku pun jadi berpraduga pada mereka. Apakah mereka yang berhati kerdil sheingga tak mampu melihat kilauan mutiara? Ataukah memang sekarang ini, orang-orang tak butuh lagi ketulusan?&lt;br /&gt;            Bagaimana mungkin kita bisa menerka baying-bayang? Bagaimana mungkin, apalah lagi bila kita tak pandai menghitung jarak? (kata orang, semakin dekat kita dengan seseorang, makin susah kita menilai dengan objektif). Atau….kita memang tak perlu punya sahabat?&lt;br /&gt;            &lt;em&gt;“Berdirilah sama tegak, tapi jangan terlalu rapat. Bukankah cemara tidak tumbuh dalam baying-bayangnya sendiri?” (Kahlil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan buku, “Berbagi Bening Cinta” karya Ifa Avianty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8784282-109816984667761839?l=serunai-impian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serunai-impian.blogspot.com/feeds/109816984667761839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8784282&amp;postID=109816984667761839' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/109816984667761839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8784282/posts/default/109816984667761839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serunai-impian.blogspot.com/2004/10/bagai-cemara-dengan-bayangannya.html' title='BAGAI CEMARA DENGAN BAYANGANNYA'/><author><name>serunai impian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12229555097765435776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
